CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Idea Catra

Agus Widjojo, Kepergian Jenderal Intelektual

Penulis: Wahjudi Djaja 9 Feb 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Letjen Agus Widjojo dalam sebuah forum di UGM (Sumber: ugm.ac.id)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Tentara kok mikir. Tentara itu laksanakan apa yang menjadi perintah atasan. Selesaikan misi sebaik mungkin, jangan pulang kalau gagal. Pulang tinggal nama adalah pengabdian terbaik. 

Itu kira-kira ideologi yang bertahta di benak para prajurit. Soal negara adalah soal hidup mati. Pada titik itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman menjadi lokomotif dan teladan para prajurit. Secara bergelombang, para prajurit dikirim ke berbagai medan, baik di dalam maupun luar negeri, serta menyelesaikan berbagai konflik. TNI didirikan untuk itu, sebagai pilar utama ketahanan dan kedaulatan negara.

Sempat terlibat dalam berbagai konflik politik, era demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin hingga muncul konsep jalan tengah, TNI atau saat itu ABRI menjadi penopang utama berdirinya Orde Baru. Soeharto menata ABRI sebagai bagian fondasi kekuasaannya. Muncul istilah ABG, yakni ABRI, Birokrasi dan Golkar. Aman berkuasa lebih dari 30 tahun, Soeharto tumbang, karena perubahan zaman, pada 1998.

Baca Juga
5 artikel
  1. Idea Catra Yang Berada di Luar Lingkaran Penguasa →
  2. Idea Catra Rocky Gerung: Surplus Filsafat, Defisit Ilmu Pengetahuan →
  3. Idea Catra Pemimpin Hebat Bukan Paling Dibutuhkan, Tetapi Membuat Orang Lain Semakin Mampu →
  4. Idea Catra Momentum Kembangkan Batik →
  5. Idea Catra Tak Ada ‘Grade 12’ di Sekolah Gibran →

Di pengujung periode Orde Baru, nama Agus Widjojo moncer sebagai bagian generasi penerus TNI yang memiliki pemikiran maju dan progresif. Bersama Susilo Bambang Yudhoyono (Kepala Staf Sosial Politik ABRI), dan Prabowo Subianto (Komandan Kopassus), Agus Widjojo yang pernah menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI tak takut menghadiri diskusi dengan kelompok pro demokrasi yang sering berseberangan dengan pemerintahan Orde Baru. Lahir pada 8 Juni 1947, putra Mayjen Sutoyo Siswomihardjo yang dibunuh PKI, Agus Widjojo termasuk segelintir perwira tinggi yang terlibat dalam reformasi TNI. 

Dalam pandangannya, reformasi TNI adalah mengubah peran dan kewenangan TNI sesuai semangat dan dinamika zaman. Sesuai Paradigma Baru TNI, yang mulai disusun sejak 1999 dan selalu disempurnakan, peran sosial politik TNI semakin dikurangi dan lebih fokus pada doktrin pertahanan. Dwifungsi ABRI yang menjadi senjata Orde Baru, sehingga menjadi salah satu agenda reformasi untuk dihapuskan, mulai dikurangi antara lain dengan meniadakan Fraksi TNI/Polri di MPR/DPR.

Dalam pandangan Widjojo, demokratisasi TNI bukan melucuti senjata, karena Konstitusi memberi kewenangan untuk itu, tetapi secara bertahap lebih pada upaya menempatkan elemen bangsa untuk berdiri pada barisan terdepan. TNI tak harus mendominasi peran tetapi segala penugasan perannya harus sesuai dengan semangat demokrasi. 

Maka baginya agak aneh jika beberapa pihak menarik kembali peran TNI dalam kancah perpolitikan nasional. Politik TNI adalah politik kenegaraan, itu sikap dasar peletak dasar Sapta Marga, Jenderal Sudirman. Baginya, pemerintahan sipil harus percaya diri dalam menggerakkan dinamika pembangunan. Itu wujud kepercayaan TNI yang mestinya didukung semua elemen bangsa. Namun, yang kemudian terjadi justru perlambatan bahkan kemunduran atas reformasi TNI.

Selain ikut mendesain Reformasi TNI dan Paradigma Baru TNI, Widjojo banyak menelorkan pemikiran terkait posisi dan peran TNI. Pernah menjadi Wakil Ketua MPR dari Fraksi TNI/Polri (2001-2003), bersama Ketua MPR Amien Rais, Widjojo dengan penuh kesadaran sejarah membawa gerbong TNI keluar dari gedung parlemen. Itulah babak akhir kehadiran TNI/Polri di Senayan.

Meskipun lahir dari keluarga prajurit dan sempat diterjunkan dalam Operasi Seroja (Timtim) dan Papua, naluri kemanusiaannya tak pernah padam. Widjojo termasuk aktif dalam memediasi dan mempertemukan korban tragedi 1965. Melalui Forum Silaturahmi Anak Bangsa, dia mengajak anak bangsa untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme dan kebersamaan. Sempat menjadi Gubernur Lemhanas (2016-2022), Agus Widjojo memiliki jabatan terakhir sebagai Duta Besar Filipina (2022-2026). 

Sesekali, di tengah kesibukannya, kami berdiskusi tentang beragam tema dalam WAG Forum Demokrasi dan Kemanusiaan. Celethukannya sering membuat kami tertawa. Kini, kita kehilangan tokoh TNI yang berintegritas, jujur dan humanis. Letjen TNI Agus Widjojo wafat pada 8 Februari 2026 di RSPAD Gatot Subroto pukul 20.15 Wib.

Selamat jalan, Jenderal. Pemikiran dan karyamu abadi, semoga menjadi amal di keabadian. Amin

Tags:
#Agus Widjojo #Intelektual #Jenderal #Reformasi #TNI
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
PenulisWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Idea Catra

Rocky Gerung: Surplus Filsafat, Defisit Ilmu Pengetahuan

Abdurrahman Syebubakar • 3 Okt 2026
Idea Catra

Yang Berada di Luar Lingkaran Penguasa

Jaya Suprana • 5 Okt 2026
Idea Catra

Pemimpin Hebat Bukan Paling Dibutuhkan, Tetapi Membuat Orang Lain Semakin Mampu

Dr. Akhmad Edhy Aruman, M.Si • 3 Okt 2026
Idea Catra

Momentum Kembangkan Batik

Didin S Damanhuri • 2 Okt 2026
Idea Catra

Tak Ada ‘Grade 12’ di Sekolah Gibran

Ahmadie Thaha • 2 Okt 2026
Idea Catra

Ideologi Kelirumologisme

Jaya Suprana • 2 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Older man with glasses and a red floral scarf speaks passionately gesturing with an outstretched hand
Idea Catra

Ideologi Kelirumologisme

Jaya Suprana • 2 Okt 2026
Front view of lapas klas i sukamiskin prison building with columns and a red tiled roof in indonesia
Idea Catra

Berulangnya Kasus Fasilitas Mewah di Lapas

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Idea Catra

Avengers Endgame Encore

Jaya Suprana • 30 Sep 2026
Seniman musisi penari sekaligus pelukis Beragam bidang seni melekat pada sosok mohammad guruh irianto sukarnoputra atau guruh soekarnoputra
Catra Budaya

Guruh Soekarnoputra dan Kegelisahannya Menjaga Budaya Indonesia

Siswantini Suryandari • 26 Sep 2026
Smiling man in a black turban and maroon striped shirt posed before a decorative backdrop with shadow puppet motifs
Catra Budaya

Den Baguse Ngarso, Sosok ‘Kemaki’ yang Baik Hati

Wahjudi Djaja • 23 Sep 2026
Book cover titled renungan  keprihatinan by kurniawan zulkarnain featuring a red circle and a silhouetted man in a suit
Idea Catra

Agenda-Agenda Keindonesiaan ke Depan

Didin S Damanhuri • 16 Sep 2026
Man with short black hair and glasses wearing a dark blue shirt with a kemenkeu emblem smiling while speaking into a handheld microphone
Idea Catra

Menjaga Kredibilitas APBN

Hery Nugroho • 16 Sep 2026
Tugu pal putih jogja
Idea Catra

Hari Keistimewaan Yogyakarta, Menguji Dampak Keistimewaan ke Titik Urat Nadi Rakyat

Mutia • 31 Agu 2026
0
Follow us on
Up Next: Ada Apa Jelang Imlek Kok Masih Sepi?
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network