catrawarta.com - Suasana jalan sehat dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tiba-tiba berubah. Semula penuh keceriaan tetapi langsung menjadi jerit dan isak tangis saat tembok SD Minimartani, Sleman, roboh.
Tembok menimpa beberapa orang yang sedang beristirahat dan mengakibatkan 11 orang syok serta terluka. Mereka langsung mendapat perawatan di rumah sakit. Sebagian yang hanya luka ringan langsung pulang ke rumah masing-masing.
Warga setempat mengungkapkan, tembok SD Minomartani panjangnya 35 meter dengan tinggi dua meter. Tembok tersebut dibangun tahun 1985 dan beberapa bagian sudah dalam kondisi miring.
Karena posisinya yang sudah berbahaya, miring dan terlihat mau roboh, warga selalu menghindari berada di dekat tembok. Lain halnya bagi yang belum terbiasa seperti saat jalan sehat Minggu (9/8/2026).
Jalan Sehat dan Istirahat
Kejadian berawal ketika warga lokal mengikuti kegiatan jalan sehat. Di tengah suasana istirahat, tiba-tiba terdengar suara gemuruh diikuti suara benda berat jatuh.
Ternyata tembok sekolah yang ambruk menimpa beberapa orang. Beruntung, beberapa detik sebelum roboh, ada yang berteriak agar menjauh dari tembok yang sudah miring.
Sebanyak 11 orang menjadi korban dan segera dilarikan ke rumah sakit. Mereka dibawa ke RS Bethesda, Hermina dan Wira Husada. Sementara yang hanya lecet-lecet dan syok, langsung pulang ke rumah.
Panitia langsung memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Warga kemudian pulang ke rumah masing-masing.
”Mudah-mudahan semua yang terluka segera sembuh,” ungkap Ketua Panitia Jalan Sehat, Supanto.









