CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

91 Tahun Kwik Kian Gie, Andai Terlahir Kembali..

Penulis: Wahjudi Djaja 11 Jan 2026 3 menit baca
Diperbarui Januari 14, 2026
Kwik Kian Gie, simbol keberanian intelektual
Bagikan:
0

catrawarta.com - Sorot mata tajam merefleksikan rasa percaya diri yang tinggi. Tutur kata teratur dan sistematis menandakan kedalaman ilmu dan penguasaan diri. Jernih mengalir pemikirannya, bagai sungai kehidupan yang menyinggahi tanah gersang. Ia adalah ekonom keturunan China yang komitmennya pada kedaulatan dan ekonomi kerakyatan tak pernah patah dan terbantahkan.

Andai terlahir kembali, katanya suatu saat, ia (tetap) ingin terlahir kembali sebagai warga negara Indonesia. Sebuah kesadaran kebangsaan yang teruji sejarah, paham asal-usul dan tahu bagaimana harus melangkah. Kwik Kian Gie, lahir 11 Januari 1935, adalah segelintir ekonom kerakyatan yang berintegritas dan berani. Serupa seniornya di Universitas Rotterdam, Mohammad Hatta, Kwik menguasai detail data soal perekonomian nasional. Argementasinya disusun dengan cerdas, disampaikan dengan sabar, meski saat debat sekalipun, dan mematahkan lawan dengan penuh kewibawaan keilmuan.

Lama berkecimpung di PDI (Perjuangan), cukup mengagetkan publik saat bisa duet dengan Amien Rais memimpin MPR RI (1999). Kita paham, itu periode krusial dalam sejarah politik Indonesia kontemporer. Sebagai Wakil Ketua MPR, Kwik mampu tidak saja menyerap aspirasi tetapi juga mendinamisasi perdebatan di Senayan. Pernah, dia berdiri di kap mobil bersama Amien dan Mathori Abdul Djalil untuk menenangkan massa yang berdemonstrasi. Dia tokoh yang jarang berteriak di hadapan massa, tetapi mampu meredam gejolak politik akibat tak selesainya kontestasi dengan pendekatan rasional persuasif.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Fenomena sosial politik ekonomi jelang reformasi itu sebetulnya sudah dia prediksi jauh-jauh hari. Kwik adalah ekonom yang lantang menentang IMF dan konglomerat hitam. Saat itu, ketika awal krisis moneter 1997, Soeharto baru saja menandatangani letter of intent dengan Michel Camdesus. Ada 50 butir paket reformasi yang harus dilaksanakan Indonesia. Dalam kondisi sakit, ibaratnya, Indonesia justru harus menelan racun. “Indonesia resmi berbaring di bangsal perawatan intensif IMF. Pemerintah kita sekarang berada dalam pengawasan IMF. Pertumbuhan ekonomi 0 persen akan berujung pada aktifitas ekonomi tanpa ekspansi. Kesempatan kerja akan susut, bisnis akan lesu. Banyak perusahaan akan tumbang”, kata Kwik (Adil, 27/1/1998).

Sinyalemen dan analisis Kwik tepat. Indonesia terhuyung-huyung, kolaps dan akhirnya Orde Baru tumbang. Soeharto harus membayar teramat mahal atas langkahnya menggandeng IMF, hal yang amat ditentang Kwik. Baginya, kedaulatan bangsa di bidang ekonomi tak bisa ditawar-tawar lagi. Ekonomi memburuk, pengangguran melonjak tajam, krisis kepercayaan pada pemerintah mendekati titik nadir. Upaya memperbaiki, termasuk dengan Gerakan Cinta Rupiah, gagal menghadang laju perubahan. Reformasi 1998 pun jadi catatan sejarah.Begitulah Kwik Kian Gie. Seorang cendekiawan yang bernyali dan berintegritas. Seorang intelektual yang selalu membawa dan memberikan obor penerang bagi bangsanya. Jangan tanya soal nasionalisme padanya.

Meski terlahir sebagai pria keturunan China tetapi visi dan komitmennya pada ekonomi kerakyatan tak pernah diragukan. Bukan hanya berteriak lantang sambil mengepalkan tangan, “Hidup Rakyat!” seperti kebanyakan aktivis, Kwik mengemas dan mendokumentasikan ide dan pemikirannya dengan baik, menyebarkan gagasan di berbagai forum, dan mempraktikkan saat menjabat Menko Ekuin (1999-2000) maupun Kepala Bappenas (2001-2004).

Pada 28 Juli 2025, pria necis yang tak pernah lepas dari kaca mata dan senyuman ini meninggal dunia. Meraih Bintang Mahaputera Adipradana (2005), Kwik mewakili anak bangsa yang memiliki kesadaran intelektual yang tinggi dalam mencintai bangsanya. “Jangan tergantung kepada IMF dan utang agar tidak disubordinasi secara politik oleh kekuatan asing dan barat”, pesannya sebagaimana dikutip CNN Indonesia (29/7/2025).

Tags:
#Ekonom #Ekonomi #Imf #Orde baru #PDIP
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
PenulisWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Mungkinkah Zero Violence dalam Sepak Bola?
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network