CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Ada Indikasi Cemari Lingkungan, Bangunan Usaha Pembuangan Tinja Ditutup Paksa

Penulis: Giffari Ighfirlana 7 Mei 2026 3 menit baca
Red trailer with a metal frame and faded white panel parked beside a tall woven bamboo fence and graffiti wall on the left
angunan yang diindikasikan untuk penampungan usaha pembuangan limbah tinja. (kedaulatanrakyat)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Limbah yang bisa mencemari lingkungan mestinya dibuang di tempat pengolahan yang memenuhi syarat dan sesuai ketentuan. Namun, di Kampung Purwogondo, Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo, Jateng, limbah justru ditampung dalam sebuah bangunan. Karuan saja warga masyarakat sekitar protes keras, sebab bukan hanya bau yang didapat dan menyengat, namun juga muncul pencemaran berupa warna air di sungai setempat yang menjadi tidak jernih.

Hal yang membuat warga geleng-geleng kepala bangunan tempat penampungan itu untuk pembuangan penyedotan tinja. Wajar bila kemudian warga Kampung Purwogondomelakukan penutupan. Mereka mengaku sudah tidak kuat dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan seaj adanya bangunan tempat menampung tinja tersebut.

 Lurah Kartasura, Safrudin Cahyanto, mengatakan, Pemerintah Kelurahan Kartasura, menerima keluhan warga Kampung Purwogondo sejak akhir April 2026 lalu. Keluhan muncul setelah sebuah bangunan kosong bekas pabrik tahu disewa  seseorang digunakan sebagai tempat usaha penyedotan tinja.

Pembuangan Gunakan Pralon Mengalir ke Sungai

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Warga semakin mengeluh karena tinja hasil penyedotan dari truk tangki dibuang menggunakan pipa paralon mengalir ke sungai di Kampung Purwogondo. Warga melakukan protes kepada pemilik usaha penyedotan tinja untuk menghentikan pembuangan ke aliran sungai.

Atas aktivitas tersebut warga mengeluh karena terjadi pencemaran lingkungan di Kampung Purwogondo. Keluhan tersebut seperti bau menyengat dan air sungai menjadi keruh dan berwarna kekuning-kuningan akibat buangan tinja.

“Bangunan yang digunakan untuk tempat usaha penyedotan tinja di Kampung Purwogondo, akhirnya sudah ditutup menggunakan bambu oleh warga dan pihak terkait. Penutupan dilakukan menindaklanjuti protes warga terdampak,” ujarnya, Kamis (7/5/2026)

Pemerintah Kelurahan Kartasura sudah melaporkan dan berkoordinasi melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo. Petugas selanjutnya meninjau lokasi bersama warga dan melakukan pengecekan serta pemeriksaan kondisi lingkungan. Hasilnya diketahui  memang terjadi pencemaran.

“Terkait masalah ini sudah ada tindaklanjuti dari DLH Sukoharjo dan memang ada pencemaran lingkungan,” jelas Lurah setempat.

Pascapenutupan Warga Diminta Tenang

Setelah dilakukan penutupan, warga diminta untuk tenang. Sebab tuntutan warga sudah terpenuhi dan usaha penyedotan tinja tidak lagi berjalan di wilayah mereka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto, mengatakan, DLH Sukoharjo sebelumnya mendapat keluhan dari warga terhadap pencemaran lingkungan di wilayah Kampung Purwogondo, Kelurahan Kartasura. DLH Sukoharjo selanjutnya menurunkan petugas menindaklanjuti keluhan warga dan melakukan pengecekan. Hasilnya diketahui terjadi pencemaran lingkungan di aliran sungai di wilayah Purwogondo.

Pencemaran lingkungan terjadi karena adanya aktivitas pembuangan dari usaha penyedotan tinja di aliran sungai di wilayah Kampung Purwogondo. Kondisi lingkungan tercemar terlihat dengan adanya perubahan warna air sungai menjadi hitam. Selain itu juga tercium bau menyengat.

“Kami khawatir apabila tidak segera ditindaklanjuti pencemaran lingkungan akan meluas. Sebab lokasi tersebut berada di perkampungan padat penduduk meski posisinya dekat dengan aliran sungai Purwogondo,” jelasnya.

DLH Sukoharjo saat melakukan pengecekan juga didampingi warga melihat kondisi lingkungan secara keseluruhan. Termasuk kondisi air tanah di sumur warga.


Tags:
#'Bangunan Tempat PembuanganTinja ditutup paksa #Cinta Lingkungan
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Man kneeling on a brick paved surface with his hands behind his back while several people stand around him in casual shoes and shorts Polisi Tangkap Tersangka Pencabulan Santriwati
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network