catrawarta.com - Nama Bupati Siak, Provinsi Riau, Afni Zulkifli menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir setelah video kunjungannya ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Siak viral di media sosial.
Video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya tersebut memperlihatkan Afni meninjau sekolah dan rumah guru di kawasan 3T dengan menggunakan mobil bak terbuka. Video itu telah dibagikan lebih dari 8.000 kali.
Dalam perjalanan menuju kawasan tersebut, Afni menyoroti kondisi pembangunan di daerahnya yang menurut dia terkendala keterbatasan anggaran. Ia menyebut dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) yang diterima Kabupaten Siak dipangkas pemerintah pusat hingga 70 persen.
“Padahal di sini ada migas dan sawit,” kata Afni.
Prihatin Kondisi Sekolah dan Rumah Guru
Setibanya di sebuah sekolah, puluhan murid menyambut kedatangan Afni di halaman sekolah. Para siswa kemudian ramai-ramai mencium tangan bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak tersebut.
Afni selanjutnya mengunjungi rumah yang ditempati tiga guru yang mengabdi di kawasan 3T. Ketika melihat kondisi tempat tinggal para guru, suaranya terdengar bergetar.
“Ini satu rumah dihuni tiga keluarga. Semuanya guru. Kami sedang membangun rumah buat guru-guru di sini. Saat ini pembangunan rumah sudah 80 persen. Sebentar lagi menjadi milik ibu ya,” ujar Afni sambil memeluk salah seorang guru yang telah mengabdi di wilayah 3T sejak 2019.

Murid Pulang Sekolah Naik Truk
Afni juga menyambangi para murid yang siang itu bersiap pulang sekolah. Para siswa tersebut dijemput menggunakan truk untuk diantar ke rumah masing-masing. Kendaraan itu merupakan bantuan dari sebuah perusahaan.
“Maafkan ibu ya, Nak. Ibu belum bisa membelikan kalian bus sekolah. Lihat anak-anak saya kurus-kurus, kurang gizi. Harusnya MBG masuk di sini, tapi belum ada,” kata Afni sambil mengawasi para siswa naik ke truk.
Ia kemudian meminta siswa SMP membantu menjaga adik-adik mereka yang masih duduk di bangku SD selama perjalanan pulang.
“Nak, kalian yang SMP jaga adik-adik yang SD ya. Hati-hati ya, Pak, jalannya,” pesan Afni.
Truk Penuh dan Berbahaya
Namun, kondisi truk yang mengangkut para siswa ternyata sudah penuh. Meski demikian, kendaraan berwarna kuning tersebut tetap diberangkatkan karena hujan mulai berpotensi turun.
“Tidak muat? Wah, perlu tambah truk lagi,” ujar Afni di hadapan para guru.
Ucapan tersebut kemudian disusul tangis Afni. Ia mengaku sedih karena belum mampu memberikan pelayanan yang menurutnya layak bagi masyarakat di wilayah tersebut.
“Macam dosa kita ini, pusat tidak tahu penderitaan kita ini,” kata Afni sambil mengusap air matanya.
Sejumlah guru yang berada di lokasi kemudian memeluk dan menepuk punggung Afni.

Dipanggil Kementerian Keuangan
Pernyataan Afni mengenai dana bagi hasil migas tersebut kemudian mendapat respons dari Kementerian Keuangan.
Pada Senin (5/10/2026), Afni dipanggil Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan untuk membahas persoalan dana bagi hasil tersebut. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengirim tim ahli 3T ke Kabupaten Siak.
Afni Zulkifli memiliki nama lengkap Dr. Afni Zulkifli, S.A.P., M.Si. Ia lahir di Siak Sri Indrapura, 28 Juni 1985.
Afni menempuh pendidikan sarjana di Universitas Islam Malang, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Riau dan meraih gelar doktor dari Universitas Pasundan.
Mantan Jurnalis dan Dosen
Sebelum terjun ke pemerintahan daerah, Afni dikenal sebagai mantan jurnalis dan dosen di Universitas Lancang Kuning, Riau.
Pada 2014 hingga 2024, Afni menjadi Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
Afni kemudian dilantik sebagai Bupati Siak pada 4 Juni 2025. Sejak menjabat, ia dikenal kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat dan pembangunan di wilayahnya.
“Saya lebih senang di lapangan, karena melihat betul apa yang terjadi di Siak, bagaimana pembangunan di Siak, warga saya dan lainnya,” ujar Afni.









