CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Dilema Konflik Tanah dan Tambang, Benarkah Negara Berpihak pada Rakyat?

Penulis: Wicaksana 23 Feb 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Ilustrasi konflik tambang dan masyarakat.(Sumber: kehutanan.go.id)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Aktivitas pertambangan memang menggiurkan. Banyak pihak terlibat dalam kegiatan yang dapat menghasilkan pundi-pundi secara cepat tersebut. Tidak mengherankan kalau seseorang mau melakukan apa saja untuk pertambangan karena hasilnya bisa membuat kaya mendadak.

Langkah apapun, termasuk cara-cara ilegal dilakukan agar bisa memasuki dunia tambang. Cara legal kadang juga menimbulkan masalah apalagi ilegal. Tapi orang tak peduli, yang penting bisa memperoleh cuan. Tak peduli merusak lingkungan, tak peduli hilangnya tanah warga, habitat hewan atau apa saja. Sekali lagi, keuntungan besar menjadikan mereka menutup mata.

Akibatnya, banyak konflik akibat aktivitas pertambangan seperti yang baru-baru ini terjadi di kegiatan penambangan tanah urug di Desa Sambeng, Magelang. Warga menolak pertambangan jenis galian C karena kekhawatiran bakal merusak lingkungan meskipun dilakukan secara legal.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Dampak aktivitas penambangan – apapun jenisnya – bisa berakibat fatal apalagi kalau dilakukan secara ilegal. Penambanga hanya mau mengeruk isi alam tanpa mau memikirkan untuk mengembalikan seperti semula. Nyaris tidak ada usaha penambangan legal maupun ilegal yang bisa mengembalikan alam menjadi seperti sedia kala.

Mafia Tambang dan Tanah

Konflik akibat penambangan biasanya melibatkan mafia, ada dua yang paling dekat yakni mafia tambang dan tanah. Presiden Prabowo Subianto pernah menegaskan akan memberantas mafia tambang, tanah, termasuk para backing yang selama ini menjadi ”pelindung”.

Presiden memang lantang tetapi dalam praktiknya masih saja terjadi konflik rakyat dan aktivitas penambangan. Seolah negara tidak berdaya meskipun sudah ada ”instruksi” dari komandi tertinggi negeri ini, presiden!

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid pun secara tegas sudah memperingatkan pihak yang terlibat dalam tindak pidana pertanahan bahwa dirinya akan menghantarkan sendiri oknum ke aparat penegak hukum (APH). 

Peringatan tersebut sebagai tanda keseriusan memberantas mafia tanah karena menurutnya masalah pertanahan sudah menjadi masalah yang akut.

Ia memberi isyarat telah mengidentifikasi akar persoalannya. Menurutnya, dalam sengketa dan konflik pertanahan yang terjadi ada juga keterlibatan oknum internal ATR/BPN. Karena itu, selain perkuat kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait lainnya, Nusron Wahid menegaskan perlu penguatan sistem di internal ATR/BPN.

Keterlibatan Pihak Eksternal

Nusron tak menampik adanya keterlibatan dari pihak eksternal Kementerian ATR/BPN. Dari sisi eksternal, memang ada variabel lain, adalah komponen pemborong tanah, variabel pendukung seperti oknum kepala desa, notaris, PPAT, dan oknum lain yang terlibat di dalam elemen-elemen tersebut.

Upaya pemberantasan mafia tanah adalah upaya berkelanjutan yang perlu dukungan dan bantuan seluruh pihak berwenang. Di kesempatan ini, Menteri Nusron mengajak Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Mahkamah Agung untuk menyelesaikan sengketa dan konflik pertanahan secara bersama-sama.

Karena ini kerja berat, ia minta masyarakat bersedia bekerja sama. Begitu pula kolaborasi dan partisipasi dari aparatur keamanan, aparatur hukum, dan aparatur pertahanan menjadi penting, menjadi urgent, dan signifikan.

Perang Melawan Mafia Tambang

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga pernah menyatakan siap melawan mafia tambang. Ia mengungkapkan secara terbuka dan ”perang” melawan mafia. Ini menjadi komitmen pemerintah karena perintah UU, kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat.

Ia menyampaikan kerugian negara akibat praktik mafia tambang sangat besar. Tidak hanya besar tetapi, sangat besar! Mafia tidak hanya mengeruk hasil tambang tetapi sekaligus merusak dan meninggalkan begitu saja.

Tentu ini menjadi harapan rakyat kalau memang negara berdaya dan mampu melawan mafia tambang. Namun sampai sejauh ini, belum terlihat hasil nyata langkah tegas pemberantasan mafia tambang. Bukan hanya mafia, melawan ketidakadilan akibat konflik tanah dan tambang saja belum begitu tampak hasilnya. Rakyat menunggu langkah nyata negara!

Tags:
#Konflik #Negara #Rakyat #tambang #Tanah
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Ilustrasi teror Teror terhadap Pelapor Dugaan Pemerasan Oknum Intel Polres Bantul: “Bayang-Bayang Kekuasaan di Balik Proses Hukum”
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network