catrawarta.com - Banyak pihak memaklumi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana alam akibat musim kemarau yang diperparah dengan fenomena El Nino.
Kebakaran terjadi banyak wilayah terutama lahan yang potensial untuk perkebunan misal sawit. Daerah terparah kebakaran ada di Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi dan beberapa tempat lainnya.
Masyarakat boleh percaya penyebabnya alam, kemarau. Namun di balik semua itu, ulah manusia ternyata menjadi penyebab utama kerusakan hutan dan lahan termasuk kebakaran.
Kemarau Panjang Kondisi Kering
”El Nino berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dan memperpanjang kondisi kering. Akibatnya, vegetasi dan lahan gambut kehilangan kelembapan sehingga semakin mudah terbakar,” ungkap Pakar Kebijakan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rijal Ramdani PhD.
Namun demikian, dia menambahkan faktor iklim bukan satu-satunya penyebab. Aktivitas manusia tetap menjadi salah satu pemicu utama munculnya titik api yang kemudian berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
Mengutip BMKG, dia mengatakan pada akhir Agustus 2026, El Nino termasuk dalam kategori sangat kuat. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap kekeringan dan karhutla di sejumlah provinsi.
El Nino Bukan Sumber Api
Rijal menjelaskan, El Nino pada dasarnya merupakan faktor yang menciptakan kondisi lingkungan semakin kering dan mudah terbakar, bukan sumber api yang secara langsung menyebabkan kebakaran.
Hal itu sejalan dengan penjelasan BMKG bahwa sistem peringatan karhutla memetakan kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api atau hotspot. Dengan kata lain, kondisi meteorologis dapat meningkatkan kerentanan, tetapi tetap dibutuhkan sumber penyulut untuk memulai kebakaran.
”Sumber api dalam banyak kejadian karhutla justru berkaitan dengan aktivitas manusia. Salah satunya praktik pembukaan lahan untuk berkebun atau bercocok tanam dengan menggunakan metode pembakaran,” papar Rijal.
Bukan hanya itu, Kementerian Lingkungan Hidup pun menyebut berbagai penelitian menunjukkan sebagian besar kebakaran hutan dan lahan bukan merupakan bencana alam murni. Penyebabnya banyak berkaitan dengan aktivitas manusia, sengaja maupun akibat kelalaian.









