CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Kata Pakar UMY: Bukan El Nino, Ulah Manusia Penyebab Kebakaran Hutan

Penulis: Wicaksana 28 Agu 2026 2 menit baca
Wildfire along a dirt road with bright flames thick smoke and scorched vegetation
PENDUDUK: Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang mendekati pemukiman penduduk.(Sumber: istimewa)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Banyak pihak memaklumi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana alam akibat musim kemarau yang diperparah dengan fenomena El Nino.

Kebakaran terjadi banyak wilayah terutama lahan yang potensial untuk perkebunan misal sawit. Daerah terparah kebakaran ada di Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi dan beberapa tempat lainnya.

Masyarakat boleh percaya penyebabnya alam, kemarau. Namun di balik semua itu, ulah manusia ternyata menjadi penyebab utama kerusakan hutan dan lahan termasuk kebakaran.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Kemarau Panjang Kondisi Kering

”El Nino berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dan memperpanjang kondisi kering. Akibatnya, vegetasi dan lahan gambut kehilangan kelembapan sehingga semakin mudah terbakar,” ungkap Pakar Kebijakan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rijal Ramdani PhD.

Namun demikian, dia menambahkan faktor iklim bukan satu-satunya penyebab. Aktivitas manusia tetap menjadi salah satu pemicu utama munculnya titik api yang kemudian berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

Mengutip BMKG, dia mengatakan pada akhir Agustus 2026, El Nino termasuk dalam kategori sangat kuat. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap kekeringan dan karhutla di sejumlah provinsi.

El Nino Bukan Sumber Api

Rijal menjelaskan, El Nino pada dasarnya merupakan faktor yang menciptakan kondisi lingkungan semakin kering dan mudah terbakar, bukan sumber api yang secara langsung menyebabkan kebakaran.

Hal itu sejalan dengan penjelasan BMKG bahwa sistem peringatan karhutla memetakan kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api atau hotspot. Dengan kata lain, kondisi meteorologis dapat meningkatkan kerentanan, tetapi tetap dibutuhkan sumber penyulut untuk memulai kebakaran.

”Sumber api dalam banyak kejadian karhutla justru berkaitan dengan aktivitas manusia. Salah satunya praktik pembukaan lahan untuk berkebun atau bercocok tanam dengan menggunakan metode pembakaran,” papar Rijal.

Bukan hanya itu, Kementerian Lingkungan Hidup pun menyebut berbagai penelitian menunjukkan sebagian besar kebakaran hutan dan lahan bukan merupakan bencana alam murni. Penyebabnya banyak berkaitan dengan aktivitas manusia, sengaja maupun akibat kelalaian.

Tags:
#el nino #kebakaran hutan #kebakaran lahan #kemarau panjang #tersangka pembakar hutan #UMY
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Top down view gloved hands hold a clay bowl of seeds on a textile covered table with a mortar and pestle nearby Jejak Sejarah Desa Sade Tinggal Puing, Diselamatkan Museum NTB
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network