catrawarta.com - Saat lebaran, terutama pada hari pertama atau saat puncak arus mudik, KRL Jogja-Solo justru berpotensi lengang karena mayoritas masyarakat menggunakan transportasi jarak jauh atau kendaraan pribadi. Meskipun demikian, KAI Commuter tetap menambah jadwal menjadi 31-34 perjalanan per hari untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, bukan arus mudik.
Pamantauan di Stasiun Tugu Yogyakarta, Jumat (20/3/2026), jumlah penumpang tak seperti biasanya yang selalu berjubel. Hari ini, terasa longgar.
Bahkan, dalam satu gerbong tempat duduk terlihat tidak sampai penuh.
Padahal, biasanya penumpang KRL selalu menyemut, sehingga tatkala pembatas dibuka untuk menuju KRL, semua tak terkendali, karena berebut untuk bisa duduk.
Namun, hari ini beberapa penumpang yang menjadi ‘pelanggan’ KRL mengaku senang, karena tak harus berdesak-desakan.
Selain merasa nyaman, juga lega. Terutama saat hendak turun dan naik tidak harus berebut.









