CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Milenia

Menggemakan Lagi ‘Tolak Judol’ Jaga Keluarga, Selamatkan Masa Depan Anak

Penulis: Giffari Ighfirlana 15 Mei 2026 4 menit baca
Stage panel discussion at a public event with five speakers seated on cushions a large banner behind features indonesian text and images of a man and woman audience sits on the floor and on beanbags in a bright plant filled venue
Menteri Meutya Hafid dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol - Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online. (Sumber: Komdigi)
Bagikan:
1

catrawarta.com - Lagu ‘Judi’ karya abadi Rhoma Irama yang dirilis tahun 1988 barangkali jika dibuat sekarang bisa jadi berjudul ‘Judol’ selaras dengan maraknya judi online (judol) yang saat ini seakan sudah mewabah. Ketika Rhoma menciptakan lagu ‘Judi’ pun sebagai ungkapan keprihatinan akibat gencarnya judi bernama Porkas (Pekan Olahraga dan Ketangkasan) serta SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah) antara 1980-1990-an.

Porkas dan SDSB memang berbentuk undian berhadiah dan itu legal, karena dikelola pemerintah yang konon dimanfaatkan untuk pembinaan olahraga dan bantuan sosial. Namun, faktanya, sebutan sumbangan hanya kedok belaka. Sebab, senyatanya Porkas dan SDSB adalah perjudian.

Merasa prihatin dengan persoalan tersebut Rhoma Irama kemudian menciptakan lagu berjudul ‘Judi’. Lagu ini sempat tayang di TVRI dan menjadi penanda kembalinya si Raja Dangdut tampil di TV milik pemerintah itu, setelah hampir 11 tahun Rhoma dan Soneta tak diberi kesempatan muncul di TV satu-satunya saat itu. Bersyukur sekitar tahun 1993 setelah munculnya protes besar-besaran, pemerintah menutup Porkas dan SDSB.   

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Kini lagu ‘Judi’ saat ditembangkan kembali oleh Rhoma yang sudah berusia 80 tahun ini di sejumlah konser, beberapa penggalan liriknya juga sering diganti menjadi ‘Judol’. Berikut penggalan lirik lagu ‘Judi’.

Judi // Menjanjikan kemenangan // Judi //Menjanjikan kekayaan // Bohong// Kalaupun kau menang // Itu awal dari kekalahan // Bohong// Kalaupun kau kaya// Itu awal dari kemiskinan….

Dalam beberapa kesempatan wawancara soal lagu tersebut, Rhoma mengatakan, lagu ‘Judi’ menjadi karya yang dibuat cukup lama dibandingkan dengan lagu-lagu lain. Rhoma mengaku ketika menciptakan  lagu ini harus melakukan semacam survei dan riset. Ia ingin lirik yang dibuat memang benar-benar sesuai fakta. Kini, meski lagu ‘Judi’ sudah 38 tahun silam diciptakan, masih tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Kini Judi Online Mengerikan Sekali

Sekarang sesuai perkembangan zaman dan serba digital, judi bermetamorfosa menjadi online dan lebih canggih. Judi ini pun nyaris menyasar semua kalangan. Termasuk anak-anak di bawah usia 10 tahun. Mengerikan sekali.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan, hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak di bawah 10 tahun. Angka ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa.

Meutya menegaskan, judi online bukan sekadar hiburan digital, melainkan ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, memecah belah hubungan sosial dan menghancurkan masa depan anak-anak.

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang. Karena itu, kita semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal ini,” tegas Meutya Hafid dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol – Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online, di Kota Medan, Rabu (13/5/2026).

Pemerintah Perkuat Literasi

Menurutnya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya dengan memutus akses dan penindakan hukum semata. Oleh karena itu, Pemerintah terus memperkuat literasi digital dan melibatkan seluruh masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.

“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan take down. Namun, yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” tegasnya.

Menkomdigi Meutya menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak judi online terhadap perempuan dan anak. Banyak istri dan ibu menjadi korban tidak langsung ketika suami atau ayah mereka terjerat, kehilangan ekonomi keluarga, keharmonisan rumah tangga, hingga mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Ia mengaku mendengar banyak cerita pilu dari masyarakat. Ini bukan hanya soal uang, tapi kehancuran masa depan anak dan ketenangan keluarga. “Kita harus hentikan ini bersama,” tandasnya.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital terus gencar memblokir situs dan konten judi online. Hanya saja, Meutya menekankan perlunya kerja sama lintas sektor yang lebih kuat. “Kami akan terus memerangi aksesnya. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak tegas, situs baru akan terus muncul. Karena itu, kami butuh dukungan penuh dari Polri, PPATK, OJK, perbankan, dan seluruh platform digital,” jelasnya.

Iklan Judol Marak di Sejumlah Platform

Meutya juga menyoroti maraknya iklan judi online di media sosial yang semakin agresif menyasar pengguna Indonesia. Kemkomdigi telah meminta platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube untuk bertanggung jawab lebih besar dengan segera menurunkan konten tersebut.

Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, dan keluarga juga menjadi sangat strategis dalam membangun budaya anti-judi online. Terutama para ibu dan seluruh keluarga, jadilah benteng utama di rumah. Lindungi anak-anak  dari bahaya judi online sejak dini. Tolak judol, jaga keluarga, selamatkan masa depan anak.

Tags:
#Jaga Keluarga #komdigi #Masa Depan Anak #Tolak Judol
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Milenia

Emas Setelah 28 Tahun, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Catra Milenia

Mantan Model Auk Murat Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Kampung Kandang

Siswantini Suryandari • 9 Okt 2026
Catra Milenia

MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Dimulai Hari Ini 

Mutia • 9 Okt 2026
Catra Milenia

Israel Houghton Batal Tampil di Jakarta, Menko Kumham Imipas Tegaskan RI di Sisi Palestina 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Milenia

Ketika Leonardo DiCaprio Miris Saksikan Nasib Orangutan di Kalimantan 

Mutia • 4 Okt 2026
Catra Milenia

Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis

Mutia • 30 Sep 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Mantan model indonesia era 1980 an auk murat meninggal dunia pada jumat 9102026
Catra Milenia

Mantan Model Auk Murat Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Kampung Kandang

Siswantini Suryandari • 9 Okt 2026
Motogp indonesia 2026 di mandalika
Catra Milenia

MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Dimulai Hari Ini 

Mutia • 9 Okt 2026
Menteri koordinator bidang hukum ham imigrasi dan pemasyarakatan yusril ihza mahendra
Catra Milenia

Israel Houghton Batal Tampil di Jakarta, Menko Kumham Imipas Tegaskan RI di Sisi Palestina 

Mutia • 5 Okt 2026
Leonardo dicaprio
Catra Milenia

Ketika Leonardo DiCaprio Miris Saksikan Nasib Orangutan di Kalimantan 

Mutia • 4 Okt 2026
Bmw berlin marathon 2026
Catra Milenia

Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis

Mutia • 30 Sep 2026
Kasus pembunuhan brigadir polisi nofriansyah yosua hutabarat atau brigadir j kembali menjadi perhatian setelah diangkat dalam film dokumenter skenario sang jenderal general mayhem the killing of brigadier j
Catra Milenia

Skenario Sang Jenderal, Film Dokumenter Kasus Brigadir J Nomor 1 di Netflix Indonesia

Siswantini Suryandari • 25 Sep 2026
Nene royal di panggung americas got talent 2026
Catra Milenia

Nene Royal Diguyur Rp18 Miliar, Keluarga Tajir Thailand Tambah Hadiah Mewah 

Mutia • 25 Sep 2026
Female singerguitarist performing on a stage under red lights with a striped backdrop behind her
Catra Milenia

Nene Royal Jadi Juara America’s Got Talent 2026, Orang Thailand Pertama yang Guncang Panggung Amerika 

Mutia • 25 Sep 2026
1
Follow us on
Up Next: Man in a flat cap and dark blazer posing in front of a bright blue university sign with large characters outdoor setting Fajar Junaedi: Pesta Babi Bukan Film Provokasi
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network