CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Mitigasi Preventif Tekan Korban Jiwa, Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

Penulis: Wicaksana 5 Feb 2026 2 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Angin kencang - Sumber: : Envato
Bagikan:
0

catrawarta.com - Cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga April 2026 mendatang. Pemerintah telah mengingatkan kemungkinan munculnya bencana akibat potensi hujan ringan hingga lebat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi hujan dapat memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.

Beberapa wilayah tersebut antara lain Jakarta, Jawa Barat, Pantai Utara Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur. Bencana tidak hanya merendam ribuan rumah dan melumpuhkan jalur transportasi nasional, tetapi juga menelan banyak korban.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

”Fenomena cuaca ekstrem tidak terlepas dari pergeseran dinamika iklim global yang memicu anomali cuaca. Termasuk kemunculan siklon tropis di wilayah khatulistiwa yang sebelumnya secara teoritis dianggap tidak memungkinkan terjadi,” papar pakar geologi, Prof Wahyu Wilopo.

Perubahan Cuaca Ekstrem

Menurut Wilopo, perubahan iklim tersebut telah menggeser pola pembentukan siklon, yang kini semakin sering muncul di sejumlah daerah. Fenomena Siklon Cempaka dan Seroja misalnya, membuktikan bibit siklon yang terbentuk di wilayah selatan Pulau Jawa dan Nusa Tenggara tersebut menyebabkan perubahan cuaca terlampau ekstrem dan sulit diprediksi.

”Pada teori lama, wilayah khatulistiwa itu sulit terbentuk siklon. Sekarang dari adanya perubahan iklim global, fenomena itu semakin sering terjadi,” jelasnya.

Kondisi itu membuat cuaca menjadi semakin ekstrem dan tidak menentu dalam sisi waktu maupun persebarannya. Dampaknya, terjadi intensitas hujan tinggi yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lama.

Itu menjadi faktor pemicu meningkatnya potensi bencana banjir dan longsor. Ditambah dengan tingkat kerentanan banjir yang sangat dipengaruhi oleh topografi dan bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS), menjadi faktor yang menentukan bagaimana respons suatu wilayah terhadap curah hujan ekstrem.

”Ketika DAS berbentuk bulat, lebih rentan banjir karena air dari anak-anak sungai bertemu di satu titik secara bersamaan. Tapi kalau DAS memanjang, ada jeda waktu aliran air, sehingga risikon lebih kecil,” jelasnya.

Pendekatan Mitigasi Bencana

Dalam upaya mitigasi bencana, ia menyebut ada dua pendekatan, yakni fisik dan nonfisik. Mitigasi fisik mencakup pembangunan infrastruktur seperti penguatan lereng dan tebing sungai untuk mencegah longsor, pembangunan waduk untuk mengendalikan debit banjir, serta perbaikan sistem drainase di kawasan perkotaan.

Mitigasi nonfisik menitikberatkan pada pengaturan tata ruang dan regulasi pembangunan, termasuk pembatasan aktivitas dan pembangunan baru di zona rawan bencana, penerapan standar bangunan aman, serta peningkatan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat melalui sistem peringatan dini dan pelatihan kebencanaan.

”Keselamatan harus menjadi dasar utama pembangunan. Infrastruktur penting, tetapi tanpa aturan yang kuat dan masyarakat yang sadar risiko, potensi korban jiwa tetap tinggi,” imbuh Wilopo.

Tags:
#angin kencang #Banjir #bencana #cuaca ekstrem #Longsor
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Dukung Ketahanan Pangan, Seribu Petani Tanam Bawang
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network