CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Penemuan 11 Bayi di Pakem, Unsur Pidananya Masih Didalami

Penulis: Giffari Ighfirlana 12 Mei 2026 2 menit baca
A village scene with two traditional tiled roof houses a cobblestone courtyard and people near the entrance areas
Rumah yang diduga menjadi tempat penitipan anak (kedaulatanrakyat)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Bukan panti asuhan, bukan pula tempat jasa penitipan anak, namun sebuah rumah di Dusun Randu, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY kini menjadi sorotan. Pasalnya, dari rumah berdinding batu itu, Polresta Sleman baru saja menyelematkan 11 bayi  yang memunculkan kecurigaan.

Pengambilan bayi oleh Polresta Sleman bersama instansi terkait, Jumat petang (8/5/2026) itu, menyusul adanya informasi dari sejumlah warga yang mencurigai, bahwa  rumah itu dianggap menjadi tempat penitipan anak secara tidak wajar.


Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi,  saat memberikan keterangan pers, Senin (11/5/2026) menjelaskan, polisi telah memeriksa keterangan beberapa orang saksi untuk mendalami peristiwa tersebut. Antara lain seorang bidan berinisial ORP yang membuka praktik di wilayah Gamping, Sleman.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Selain itu, polisi juga memeriksa orangtua ORP berisinisial K dan suaminya S serta seorang pembantu, ketiganya yang merawat bayi-bayi di rumah tersebut. Kini, setelah diselematkan tiga bayi dirawat di RSUD, dua bayi telah diambil oleh orang yang mengaku ibunya. Kemudian enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan berikutnya.

Bayi-bayi itu, konon  dilahirkan di wilayah Gamping, Sleman dengan bantuan bidan ORP. Awalnya hanya seorang bayi, yang dititipkan orangtuanya untuk dirawat sang bidan. Namun, seiring berjalannya waktu, menjadi 11 orang bayi yang dititipkan.

AKP Mateus Wiwit menyebut, para ibu bayi yang menitipkan anaknya itu karena berbagai alasan, antara lain ada yang masih berstatus mahasiswa dan ada pula dengan alasan karena bekerja.

Ia membenarkan, sebagian bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar pernikahan. “Mayoritas memang di luar status perkawinan,” katanya, seperti dikutip banyak media.

Dari hasil pendalaman polisi, bidan ORP memiliki izin praktik, tetapi izin itu bukan  penitipan anak. Wiwit membenarkan, para orangtua bayi membayar Rp 50.000 perhari untuk biaya merawat tiap anak.

Sebelumnya, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak tersebut . “Kami akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan selanjutnya. Mohon doanya agar kami dapat menangani ini dengan tepat, tuntas, profesional dan menjunjung tinggi keadilan, ” katanya.

Perkembangan hingga hari ini, Polresta Sleman masih terus melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka. Polisi masih mencari bukti-bukti yang kuat, apakah terdapat unsur pidana atau tidak.

Unsur pidana yang dimaksud Kasat Reskrim Polresta Sleman, seperti penelantaran dan perdagangan anak  maupun penitipan bayi bersifat illegal.

Tags:
#bayi #kasusnya didalami #pakem #penemuan
PenulisGiffari Ighfirlana
Alumnus Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Group of young men standing in a line paying respects at a memorial with framed photos and candles in the rain Refleksi 12 Mei, Martil Perubahan & Bangsa yang Kehilangan Martabat
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network