CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Pengungsian Korban Gempa NTT Kurang Layak, Balita Meninggal Diduga Kedinginan

Penulis: Wiwit 25 Agu 2026 3 menit baca
Framed black and white portrait of a smiling child wearing a cap placed on a surface amid patterned fabric elements
MENINGGAL: Foto balita NTT meninggal di pengungsian. (Sumber: Dok Tangkapan layar Instagram @folkative)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Duka mendalam menyelimuti para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah seorang balita dilaporkan meninggal dunia di posko darurat.

Bocah malang asal Nagekeo tersebut menghembuskan napas terakhirnya usai bertahan di tengah gempuran suhu dingin dan keterbatasan fasilitas pascagempa yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

​Kabar duka yang menyayat hati ini mendadak menjadi perhatian luas publik di media sosial usai menyoroti minimnya sarana perlindungan bagi para pengungsi di daerah terdampak.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

​”Menurut Kementerian Kesehatan, kematian anak tersebut dikaitkan dengan paparan suhu dingin saat berada di lokasi pengungsian,” tulis laporan dalam postingan Instagram @folkative pada Senin (24/8/2026).

Kondisi Posko untuk Kelompok Rentan

​Tragedi ini meredupkan harapan di tengah upaya para penyintas untuk bertahan hidup. Kondisi posko yang berada di alam terbuka membuat kelompok rentan, terutama balita dan anak-anak, berada dalam posisi paling terancam saat cuaca ekstrem menerjang.

​”Terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya, saat mereka menghadapi dampak bencana,” lanjut laporan tersebut.

​Perjalanan pilu ini bermula saat keluarga MC terpaksa mendirikan tempat perlindungan seadanya di tepian Bukit Puta sejak hari pertama gempa melanda. Tanpa dinding pemisah dan selimut yang memadai, seluruh anggota keluarga termasuk sang balita harus melewati malam-malam mencekam berteman angin malam yang menembus tulang.

Logistik Terbatas Membuat Sengsara

​Situasi memprihatinkan ini dibenarkan oleh Afik, seorang sukarelawan lokal yang berada di lokasi bencana. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan sarana logistik, khususnya alat penghangat tubuh, membuat sebagian besar penyintas di Desa Marapokot berada dalam kondisi kritis.

​”Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat tapi akhirnya meninggal dunia,” ungkap Afik dalam keterangannya pada Minggu (23/8/2026).

​Dampak paparan udara dingin yang terus-menerus membuat daya tahan tubuh balita tersebut merosot drastis. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengalami demam tinggi hingga harus dilarikan ke RS Aeramo dan selanjutnya dirujuk ke RS Bajawa untuk perawatan intensif.

Keluarga Merasa Terpukul

​Kerabat korban, Jack, menceritakan rasa terpukulnya melihat keponakannya yang semula ceria tiba-tiba memburuk hingga mengalami kejang dan kaku tubuh akibat penurunan kondisi fisik yang drastis di area pengungsian.

​”Anak ini sebelumnya sehat dan sangat segar. Ia sakit karena terpapar dingin di pengungsian. Itulah yang membuat saya sangat terpukul,” tutur Jack penuh kesedihan pada Minggu (23/8/2026).

​Kepergian balita di pengungsian menjadi alarm keras bagi pemerintah dan instansi terkait untuk mendistribusikan bantuan darurat secara merata. Jack berharap peristiwa tragis yang menimpa keluarganya tidak berulang pada anak-anak korban gempa lainnya yang hingga kini masih tidur beralaskan seadanya di atas bukit.

Pengungsi Butuh Bantuan

​”Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun,” tegas Jack mendesak penanganan cepat dari otoritas setempat.

​Ketiadaan tenda tertutup dan kelambu penyaring angin disebut menjadi pemicu utama memburuknya kesehatan para pengungsi. Jack menegaskan perlunya langkah konkret agar nyawa pengungsi lain dapat terselamatkan dari bahaya krisis kesehatan di posko bencana.

”Dia jatuh sakit hanya karena kondisi keterbatasan di atas bukit, tanpa kelambu dan tanpa tenda. Sebagai keluarga, saya berbicara dengan duka yang mendalam atas kepergian keponakan saya ini,” pungkasnya.

Tags:
#balita meninggal #cuaca dingin #gempa NTT #korban #pengungsian kurang layak
Illustrated portrait of a man with short dark hair and light facial hair wearing a patterned shirt indoors, facing the camera.
PenulisWiwit
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2008 dan berminat pada isu-isu budaya pop, politik, dan kebijakan publik. Lulusan Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Firefighters in turnout gear battle a blazing building engulfed in flames and smoke Kronologi Kebakaran Kos dan Ruko Jaksel yang Telan 4 Korban Jiwa
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network