CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Perubahan Mekanisme Pilkada Tak Otomatis Menyelesaikan Pesoalan Demokrasi

Penulis: Wicaksana 16 Jan 2026 2 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Widi Handoko.(Foto: dok pribadi)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Isu pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) ke tangan DPRD kembali mencuat di tengah kegelisahan publik terkait mahalnya ongkos demokrasi.

Banyak pihak menilai sistem pilkada langsung saat ini sering menyimpang dari tujuan penguatan kedaulatan rakyat akibat tingginya biaya politik dan maraknya praktik politik uang.

”Pilkada langsung cenderung berubah menjadi ajang investasi politik. Kompetisi gagasan dan kapasitas kepemimpinan sering kali kalah oleh kekuatan modal dalam proses pemilihan tersebut,” papar Ketua Papera (Pedagang Pejuang Indonesia Raya) DIY, Drs R Widi Handoko.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Ia menjelaskan, kepala daerah terpilih sering menghadapi tekanan besar untuk mengembalikan modal kampanye yang fantastis. Kondisi tersebutmemicu munculnya praktik korupsi, jual beli kebijakan, hingga penyalahgunaan kewenangan demi memuaskan para sponsor politik.

Bukan Sekadar Penyimpangan

Ia memandang korupsi dalam pilkada bukan sekadar penyimpangan biasa, melainkan konsekuensi logis dari sistem politik berbiaya tinggi. Sistem yang ada terlalu permisif terhadap transaksi kekuasaan yang merugikan kepentingan publik secara luas.

Sejumlah pihak kini mendorong pilkada melalui DPRD sebagai solusi alternatif yang lebih hemat biaya. Skema ini mereka anggap lebih sejalan dengan prinsip demokrasi perwakilan dan musyawarah yang tercermin dalam sila keempat Pancasila.

Kendati demikian, Widi mengingatkan bahwa perubahan mekanisme pemilihan tidak secara otomatis menyelesaikan pesoalan demokrasi. Kekhawatirannya, pilkada lewat DPRD hanya memindahkan praktik transaksional dari ruang terbuka ke ruang rapat tertutup yang gelap.

Ia menegaskan, uang mungkin tidak lagi beredar luas di masyarakat, tetapi justru berpindah ke lobi-lobi elite partai. Transaksi politik semacam ini menjadi lebih rapi, terorganisir, dan semakin sulit terjangkau oleh pengawasan publik.

Gagal Menjalankan Fungsi

Alumnus Hubungan Internasional Fisipol UGM itu menilai persoalan utama terletak pada krisis representasi yang mendalam. Lembaga perwakilan sering kali gagal menjalankan fungsi ideal sebagai penyalur kehendak rakyat yang sesungguhnya.

Widi melihat partai politik lebih sibuk mengamankan kepentingan kelompok, sponsor, dan jaringan kekuasaan mereka sendiri. Fenomena tersebut memperkuat teori oligarki di mana organisasi politik cenderung dikuasai oleh segelintir elite tanpa melibatkan partisipasi akar rumput.

Lemahnya kaderisasi di internal partai politik turut memperparah kondisi demokrasi di Indonesia. Ia menyayangkan tiket pencalonan yang lebih sering jatuh ke tangan pemilik modal ketimbang sosok yang memiliki integritas dan kapasitas mumpuni.

Ia mendorong negara menetapkan standar seleksi kepemimpinan yang ketat melalui regulasi yang transparan. Reformasi kelembagaan dan pendidikan politik warga jauh lebih penting daripada sekadar mengubah prosedur teknis pemilihan.

Tags:
#Demokrasi #DPRD #pemilihan #perwakilan #pilkada
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Ketua umum pimpinan pusat muhammadiyah haedar nashir Antaraho muhammadiyah Haedar Nashir: Isra Miraj Bukan Sekadar Seremoni, Bangsa Butuh Keteladanan Nyata
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network