CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Prajna Dewantara Desak Hentikan Mitos ‘Victim Blaming’ dan Mentalitas Enabler

Penulis: Wiwit 30 Sep 2026 2 menit baca
Diperbarui Oktober 1, 2026
PELECEHAN: Ilustrasi hentikan pelecehan seksual. (Sumber: Dok magnific.com)
Bagikan:
0

catrawarta.com - ​Prajna Dewantara Wirata (PDW) kembali angkat suara di media sosial terkait penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan nama kurator seni sekaligus dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta, Mikke Susanto.

Melalui unggahan terbarunya pada Rabu (30/9), Prajna secara tegas mengkritik standar ganda masyarakat serta institusi yang kerap menuntut korban untuk bersikap sempurna Alih-alih menuntut akuntabilitas dari terduga pelaku.

​Dalam penyampaiannya, Prajna menegaskan bahwa konsep perfect victim atau korban sempurna sama sekali tidak ada di realitas lapangan. Menurutnya, publik kerap menghakimi respons emosional penyintas ketimbang berfokus pada substansi kejahatan yang terjadi.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

​”Tidak ada yang namanya perfect victim. Yang ada adalah masyarakat yang sering menuntut korban untuk menjadi ‘korban yang sempurna’: harus tenang, sopan, diam, melapor segera, punya bukti sempurna, tidak marah, dan bereaksi sesuai standar mereka,” tegas Prajna.

Tanggung Jawab Pelaku

Dia menambahkan bahwa penyintas adalah manusia biasa yang bisa merasa takut, bingung, atau marah, dan cara respons korban tidak akan pernah menghapus tanggung jawab pelaku.

​Prajna juga menyoroti maraknya fenomena victim blaming dan mentalitas pembela (enabler mentality) yang masih subur di lingkungan publik maupun akademis. Sikap mempertanyakan alasan penyintas baru bersuara atau memaksakan proses mediasi dinilainya sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak penyintas.

​”Penasaran untuk mempertemukan korban dengan pelaku atau ‘mendamaikan kedua pihak’ bukan selalu bentuk penyelesaian. Dalam kasus kekerasan seksual, penyintas tidak memiliki kewajiban untuk bertemu, berdamai, memaafkan, atau berkomunikasi dengan pelaku,” jelasnya.

​Selain menyasar perilaku warganet yang kerap menjadi “investigator dadakan” di kolom komentar, Prajna menekankan pentingnya evaluasi kritis terhadap peran dan fungsi tanggung jawab institusi. Ia meminta agar institusi tidak lagi bersembunyi di balik dalih menjaga reputasi atau memandu korban untuk sekadar bersabar.

​”Yang perlu diminta untuk berhenti bukan korban, tetapi kekerasan, pembiaran, dan impunitas. Penyintas sudah cukup lama dipaksa diam, menunggu, memahami keadaan, menjaga perasaan orang lain, dan mengalah demi mempertimbangkan ‘kepentingan bersama’,” pangkas Prajna seraya mendesak agar ruang publik dijadikan tempat yang aman serta berpihak pada keselamatan korban ketimbang perlindungan terhadap pelaku. 

Tags:
#pelecehan
Illustrated portrait of a man with short dark hair and light facial hair wearing a patterned shirt indoors, facing the camera.
PenulisWiwit
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2008 dan berminat pada isu-isu budaya pop, politik, dan kebijakan publik. Lulusan Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Bmw berlin marathon 2026 Indonesia Tembus 10 Top Negara di Berlin Marathon, Kedubes Jerman di RI: Visa 1.005 WNI Dirilis
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network