CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Sanksi Etik Menghantui Dokter Hina Pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan

Penulis: Mutia 5 Agu 2026 3 menit baca
Ilustrasi palu yang dipakai di dunia hukum
SANKSI: Ilustrasi palu yang dipakai di dunia hukum untuk menjatuhkan sanksi. (Sumber: Dok Magnific/jcomp).
Bagikan:
0

catrawarta.com - Kabar berpulangnya pasien BPJS asal Yogyakarta, Yurizal Tri Chaerawan yang viral usai mengeluh proses birokrasi panjang di salah satu RS mengetuk hati banyak pihak. Dia diketahui sempat mendapat komentar pedas dari para nakes hingga dokter.

Menanggapi hal ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) buka suara. Selain menyampaikan duka cita, IDI berharap agar keluarga yang ditinggalkan juga dapat diberikan kesabaran.

”Pertama tentunya kami dari IDI mengucapkan belasungkawa yang sedam-dalamnya atas berpulangnya pasien yang lagi viral tersebut. Semoga amal baiknya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa and keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Wakil Ketua Umum PB IDI dr Wiweka, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Komentar tajam yang dilancarkan sejumlah dokter di unggahan Yurizal pun langsung disorot IDI. Wiwieka menyebut, nakes bisa menggunakan media sosial sepanjang ada edukasi di dalamnya, bukannya justru memaki hingga mengina pasien.

Media Sosial untuk Edukasi

”Kami concern terhadap permasalahan etik ini karena memang dalam keilmuannya tenaga kesehatan itu boleh bermedia sosial, tetapi sifatnya edukasi. Bukan untuk promosi diri, promosi produk, ataupun menghujat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiwieka menyebut jika tindakan para dokter yang terlibat ujaran nirempati di unggahan Yurizal ini bisa dinilai tak pantas. Sebab, dokter sejatinya punya landasan kode etik profesi yang melekat sepanjang hayat.

”Tentunya si dokter tersebut tidak patut dan kami menyayangkan sejawat kami ada yang berbuat seperti itu. Karena sebetulnya kami terikat oleh sumpah dokter dan kode etik profesi kedokteran,” tandasnya.

Sanksi Sesuai Pelanggaran

Mengenai dugaan pelanggaran etik, IDI telah mempersiapkan proses penanganan yang akan dilakukan melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) usai melewati klarifikasi terhadap para terduga.

Nantinya, sanksi etik akan diberikan sesuai dengan jenis pelanggaran yang diputuskan oleh MKEK.

”Ada yang bersifat ringan, sedang, berat, sampai sangat berat. Tentunya sanksi dalam rangka pembinaan terhadap profesi dokter tersebut, tergantung hasil penilaian dari majelis etik,” imbuh Wiwieka.

Curhatan Pasien di Media Sosial

Kronologi kasus Yurizal Tri Chaerawan (29) bermula dari cuitannya di media sosia miliknya berupa threads. Saat itu, dia mencoba berkeluh kesah di meda sosial lantaran dia tak kunjung mendapat kamar usai dilarikan ke IGD sebuah rumah sakit rujukan pemerintah pada 22 Juli lalu. Bahkan, dia menyebut harus menunggu lebih dari 8 jam.

”8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS,” tulisnya.

Alih-alih berempati atau sekadar memberi dukungan, unggahan Yurizal justru diserang warganet, termasuk para pemilik akun yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

Beberapa di antaranya bahkan menyindir agar Yurizal langsung pindah ke ruang jenazah jika ingin cepat, memotong nadi, hingga menghina yang bersangkutan.

Kondisi Terus Menurun

Kesaksian dari kerabat dekat, Yurizal yang akhirnya mendapat kamar setelah dua hari sempat membaca tanggapan keras dari warganet sebelum kondisinya terus mengalami penurunan. Dia bahkan disebut menangis.

Sembilan hari setelah unggahannya, Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Sepupu Yurizal mengambil alih dan mengabarkan jika almarhum telah berpulang sekaligus meminta agar perundungan berhenti.

Sontak, kasus tersebut langsung menyita perhatian. Gelombang kemarahan publik terus berdatangan hingga mulai menyoroti satu per satu latar belakang dari pemilik akun yang memberi komentar nirempati, termasuk akhirnya ditemukan sejumlah sosok nakes hingga dokter.

Tags:
#Dokter #IDI #pasien BPJS #yogyakarta #Yurizal Tri Chaerawan
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Group of firefighters on a hillside battling a brush fire as smoke rises with mountains in the background Karhutla Gunung Bromo Meluas, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network