catrawarta.com - Seorang siswa remaja menembaki sekolah menengah ternama Sekolah Debsirin Nonthaburi di Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026) pagi.
Peristiwa itu menyebabkan tujuh orang meninggal dunia baik guru maupun siswa, dan melukai sedikitnya 15 orang. Pelaku kemudian ditemukan tewas setelah mengakhiri hidupnya sendiri. Salah satu korban dilaporkan mengalami luka kritis
Pelaku merupakan siswa Mathayom 3 atau setara kelas 9 SMP yang bersekolah di institusi tersebut.Ia ditemukan meninggal di dalam sebuah ruang sekolah yang kosong, diduga bunuh diri.
Hentikan Kegiatan Belajar
Sekolah Debsirin Nonthaburi di Thailand menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar setelah terjadinya penembakan brutal di lingkungan sekolah tersebut.
Pihak sekolah mengumumkan penghentian kegiatan belajar bagi seluruh siswa pada 10-11 Agustus dan 13-14 Agustus.
Selama kegiatan belajar mengajar dihentikan, para siswa diminta tetap mempelajari materi pelajaran dan menyelesaikan tugas masing-masing dari rumah.
Orang tua atau wali diminta mengawasi proses belajar anak agar berlangsung aman dan efektif.Guru dan staf pendidikan juga diminta bekerja di rumah.
Seluruh siswa dijadwalkan kembali ke sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal pada Senin (17/8/2026).
Polisi Selidiki Aktivitas Pelaku
Di tengah penyelidikan kasus penembakan tersebut, polisi memeriksa aktivitas daring tersangka yang masih berusia 14 tahun.
Penyelidikan dilakukan setelah polisi menemukan bahwa remaja tersebut sempat mencari informasi mengenai kasus penembakan di sebuah sekolah di Amerika Serikat. Polisi masih mendalami motif tersangka dalam melakukan penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi.

Polisi juga menduga remaja tersebut terlibat dalam pembunuhan terhadap kakek dan neneknya sebelum mendatangi sekolah. Kedua korban diduga dibunuh di rumah mereka di subdistrik Bang Khu Rat, Distrik Bang Bua Thong sebelum berangkat ke sekolah.
Jenazah kedua korban ditemukan setelah petugas kepolisian bersama tim forensik memasuki rumah tersebut. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian Thailand.
Perketat Kepemilikan Senjata Api
Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul, memerintahkan pejabat pemerintahan daerah memperketat pengawasan kepemilikan dan penggunaan senjata api serta segera mengambil tindakan hukum terhadap orang yang membawa senjata di tempat umum.
Perintah tersebut dikeluarkan setelah terjadi penembakan mematikan di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand.
“Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi,” kata Anutin kepada para pejabat pemerintahan daerah.
Ia menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab menjaga ketertiban umum harus berupaya mencegah kejadian serupa terulang karena membawa dampak buruk terhadap masyarakat.
Anutin menekankan bahwa masyarakat umum maupun pejabat pemerintah yang sedang tidak bertugas tidak diperbolehkan membawa senjata api ke luar rumah atau ke tempat-tempat umum.









