CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Setiap Empat Menit 1 Orang Meninggal Akibat Tuberkulosis

Penulis: Wicaksana 7 Apr 2026 2 menit baca
Ilustrasi pemeriksaan pasien TB.(Sumber: Freepik)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Pemerintah Indonesia menetapkan percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional demi menekan tingginya angka penularan dan kematian. Pemerintah bergerak cepat merespons kondisi krisis ini karena Indonesia masih menduduki posisi sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Selain itu, setiap menit dua orang terinfeksi TB dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia juga akibat penyakit tersebut. Indonesia mencatat lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahun, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia setelah India.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin P Octavianus, mengungkapkan fakta mengejutkan tersebut kepada media di Jakarta.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

”Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” papar Benjamin dalam Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 di Jakarta.

Indonesia mencatat angka kasus yang sangat tinggi setiap tahunnya. Sebagai solusi konkret, Kementerian Kesehatan mendorong deteksi dini masif melalui Program Cek Kesehatan Gratis yang menargetkan 130 juta masyarakat sepanjang tahun 2026.

Pelacakan Kontak Erat

Pemerintah juga memperkuat strategi pelacakan kontak erat dan pemberian terapi pencegahan TB bagi mereka yang berisiko tinggi. Selain itu, Kemenkes menggerakkan peran aktif masyarakat serta kader kesehatan di tingkat akar rumput untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

”Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah nyata untuk menyelamatkan nyawa,” tegas Benjamin.

Sementara itu, Perwakilan WHO Indonesia, dr Setiawan Jati Laksono, menyoroti kontribusi Indonesia yang menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB secara global. Data tahun 2024 menunjukkan angka kematian mencapai 118.000 jiwa pada kelompok nonHIV dan 8.100 kematian pada orang dengan HIV.

Perlu Komitmen Politik

”TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan keberhasilan eliminasi,” ungkap Setiawan saat memberikan pandangannya.

Ia mengatakan, WHO mengidentifikasi beberapa kendala utama di Indonesia, mulai dari banyaknya kasus yang belum terdiagnosis hingga tren TB resistan obat. Selain itu, faktor risiko eksternal seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok memperburuk upaya pemberantasan.

Meski tantangan menggunung, harapan muncul lewat pengembangan 100 alat diagnostik baru, 29 obat TB, serta 18 kandidat vaksin yang kini tengah dalam proses inovasi. Setiawan minta semua segera bertindak secara kolektif.

Tags:
#eliminasi tbc #pengobatan tuntas #TBC #tuberkulosis
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
PenulisWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Titik Panas Hutan Melonjak Tiga Kali Lipat, Ancaman Kebakaran di Depan Mata
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network