catrawarta.com - Belum lama ini, nama aktris Sherina Munaf menjadi sorotan lantaran kedapatan terjun langsung ke sejumlah titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. Sherina sendiri jelas bukan sosok yang asing di dunia hiburan Tanah Air.
Dia diketahui mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik yang merambah dunia perfilman. Beberapa film yang tercatat melambungkan namanya sendiri di jagat hiburan ialah seperti Petualangan Sherina (2000) hingga laga Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018).
Popularitasnya di dunia hiburan kemudian membuat Sherina tak berpuas diri. Putri dari eks Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf ini turut memanfaatkan ketenarannya untuk membawa pengaruh positif bagi banyak orang, termasuk soal isu kepedulian lingkungan.
Peduli Isu Lingkungan
Jauh sebelum Sherina terjun langsung menangani karhutla beberapa waktu lalu, ada jejak kepedulian sang aktris yang ditorehkannya melalui berbagai cara. Aktris kelahiran 11 Juni 1990 ini tak segan untuk terus menyuarakan betapa pentingnya lingkungan bagi kehidupan yang keberlanjutan.
Kepedulian wanita pemilik nama lengkap Sinna Sherina Munaf terhadap isu lingkungan ini diketahui berfokus pada pelestarian satwa langka dan perlindungan hutan hujan tropis. Sejak dekade 2010-an, ia secara konsisten memperjuangkan hak hidup satwa liar, khususnya orangutan, dari ancaman kepunahan dan kerusakan habitat.
Langkah ini ia wujudkan lewat aksi nyata dan edukasi berkelanjutan. Sherina berprinsip bahwa menjaga ekosistem alami bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral manusia demi menjaga keseimbangan iklim dan bumi yang berkelanjutan.
Menyuarakan Pentingnya Kelestarian Alam
Sherina menyuarakan pesan kelestarian alam dalam berbagai forum resmi, diskusi publik, hingga wawancara media. Sepanjang kariernya, ia rutin memanfaatkan momen-momen krusial seperti Hari Bumi untuk mengingatkan publik akan krisis ekologi yang makin mendesak.
Ia menyampaikan gagasan tersebut melalui narasi yang persuasif namun mudah dipahami masyarakat umum. Sherina menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sehari-hari yang ramah lingkungan serta mendorong kebijakan publik yang lebih memihak pada pelestarian alam.
Peduli Karhutla 2019
Saat karhutla parah melanda Riau dan Kalimantan pada September 2019, Sherina Munaf menunjukkan aksi nyata dengan menggalang dana publik melalui Kitabisa.com untuk menyalurkan bantuan medis darurat, seperti masker N95 dan tabung oksigen, langsung ke relawan lokal.
Tak hanya bantuan materi, ia secara konsisten memanfaatkan akun X dan Instagram miliknya untuk mengkritik kebijakan serta mengecam praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Sherina aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kejahatan korporasi dalam krisis iklim dan menuntut penegakan hukum tegas terhadap perusahaan pemicu kebakaran.
Dia tercatat dalam berbagai keterangannya pasang badan meluruskan narasi publik agar tidak memojokkan masyarakat adat, dengan menegaskan bahwa ekspansi industri merupakan dalang utama di balik kerusakan hutan skala besar kala itu.
Bantu Padamkan Karhutla

Sebelumnya diketahui, Penyanyi sekaligus aktris Sherina Munaf terbang ke Kalimantan Tengah untuk mengunjungi pusat rehabilitasi orangutan milik Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Nyaru Menteng.
Namun, kedatangannya ke Kalimantan Tengah tidak hanya untuk melihat kondisi orangutan. Sherina juga ikut membantu petugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sherina terlibat dalam upaya membasahi kembali lahan atau rewetting bersama petugas Manggala Agni dan Dinas Kehutanan di kawasan Hiu Putih, Palangkaraya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah titik api kembali muncul.
Selanjutnya, Sherina menuju Taman Wisata Alam (TWA) Galiget Tiawu untuk ikut memadamkan api bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026).
Sherina berharap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah segera dapat dipadamkan. Dia juga mengajak masyarakat ikut peduli terhadap lingkungan, terutama dengan mencegah aktivitas yang dapat memicu terjadinya karhutla.









