CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Sosok Jaid Saidi, Seniman Palembang Alumni Bengkel Teater WS Rendra yang Kini Terbaring Sakit 

Penulis: Mutia 28 Sep 2026 3 menit baca
Diperbarui September 28, 2026
Seniman dan sastrawan jaid saidi
SAKIT: Seniman dan sastrawan Jaid Saidi. (Sumber: Dok instagram @anwarputrabatyu)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Jaid Saidi dikabarkan tengah terbaring sakit. Kabar mengejutkan mengenai penurunan kondisi kesehatan sosok yang akrab disapa Mang Jai ini bahkan sempat memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pecinta seni sekaligus masyarakat Sumatera Selatan. 

Mengenai sosok Jaid Saidi, publik tentu tidak asing dengan nama besar seniman senior yang satu ini. Sebab, kontribusinya bagi ekosistem kebudyaan lokal serta sosial di Tanah Air cukup besar. 

Dia adalah aktor watak legendaris, penyair, sekaligus aktivis teater terkemuka kelahiran Palembang. Di panggung nasional, dia dikenal sebagai alumnus dari Bengkel Teater asuhan maestro W.S. Rendra yang konsisten bersuara soal kritik sosial. 

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Profil dan Latar Belakang 

Jaid Saidi, yang akrab disapa Mang Jai, lahir di Palembang pada 19 Desember 1959. Ia merupakan salah satu tokoh teater senior dan penyair terkemuka asal Sumatera Selatan. Perjalanan berkeseniannya menemui titik balik penting saat ia bergabung dengan Bengkel Teater asuhan maestro teater Indonesia, W.S. Rendra. 

Di bawah bimbingan ‘Si Burung Merak’, watak dan kedisiplinan seni Jaid ditempa, menjadikannya aktor watak yang kuat dan seniman yang berprinsip. Salah satu pencapaian panggung terbesarnya adalah saat dipercaya memerankan tokoh Pangeran Bindi dalam pementasan mahakarya Panembahan Reso pada tahun 1986. 

Pengalaman ini mengukuhkan posisinya di kancah teater nasional sebelum ia memilih kembali untuk membangun ekosistem kesenian di tanah kelahirannya sendiri, Palembang.

Kiprah Seni dan Kritik Sosial

Kembali ke Sumatera Selatan, Jaid Saidi mendedikasikan hidupnya melalui Dewan Kesenian Palembang dan berbagai komunitas sastra lokal. Kiprahnya di dunia teater, film regional, dan sastra selalu bernafaskan kritik sosial. 

Mengikuti jejak Rendra, Mang Jai menggunakan puisi dan seni pertunjukan sebagai corong suara bagi kaum marginal, masyarakat miskin kota, dan korban ketidakadilan. Karya-karyanya terkenal lugas, tajam, namun tetap memiliki estetika bahasa yang menyentuh. 

Baginya, seni teater dan sastra bukan sekadar hiburan estetis, melainkan medium perlawanan intelektual dan alat refleksi kritis terhadap realitas sosial serta kebijakan penguasa yang timpang.

Kini Jatuh Sakit 

Kabar Mang Jai yang jatuh sakit sebelumnya dikabarkan sendiri oleh Sastrawan Anwar Putra Bayu dalam akun Instagram pribadinya @anwarputrabayu dalam beberapa hari yang lalu. Dalam unggahannya, Anwar tampak menjenguk Mang Jai yang kala itu tengah terbaring di atas tempat tidur dengan wajah tersenyum. 

Anwar menuliskan doa mendalam agar Jaid Saidi segera mendapat kesembuhan. 

”Semoga Jaid Saidi diberi kesembuhan dari Allah SWT, Aamiin. Kondisi sekarang struk, ingin bicara tapi tak bersuara,” demikian dikutip dari keterangan unggahan. 

Dalam unggahan itu pula, Anwar turut mengenang kembali dedikasi sang sahabat di bidang sastra hingga budaya. 

“Jaid adalah seorang aktor andal di zamannya, juga seorang penyair. Puisinya pernah dijadikan lagu oleh Godbles yang dinyanyikan Ahmad Albar. Ia pernah begabung di Bengkel Teater Rendra dan sempat bermain dalam lakon Panembahan Reso sebagai Pangeran Bindi,” demikian dikutip dari keterangan unggahan. 

Tags:
#bengkel teater ws rendra #jaid saidi #palembang #Sastrawan #Seniman
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Dancer in a gold white and silver costume stands center stage with arms wide a decorative circular backdrop above him and performers in blue outfits and props around him
Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Interior of an art gallery with a large colorful mural hanging above a wooden table displaying glassware and small sculptures on a white walled backdrop
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Portrait of an older person wearing large glasses and a patterned high collar outfit looking to the left against a dark background
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Filolog jawa kuno manu jayaatmaja widyaseputra
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Rumaket 2026 oleh dinas kebudayaan kota yogyakarta
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Gedung hamzah batik mengalami kebakaran pada senin 2892026 dini hari Gedung Hamzah Batik Malioboro Yogyakarta Dilanda Kebakaran Hebat, Bermula dari Suara Letupan
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network