catrawarta.com - Jaid Saidi dikabarkan tengah terbaring sakit. Kabar mengejutkan mengenai penurunan kondisi kesehatan sosok yang akrab disapa Mang Jai ini bahkan sempat memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pecinta seni sekaligus masyarakat Sumatera Selatan.
Mengenai sosok Jaid Saidi, publik tentu tidak asing dengan nama besar seniman senior yang satu ini. Sebab, kontribusinya bagi ekosistem kebudyaan lokal serta sosial di Tanah Air cukup besar.
Dia adalah aktor watak legendaris, penyair, sekaligus aktivis teater terkemuka kelahiran Palembang. Di panggung nasional, dia dikenal sebagai alumnus dari Bengkel Teater asuhan maestro W.S. Rendra yang konsisten bersuara soal kritik sosial.
Profil dan Latar Belakang
Jaid Saidi, yang akrab disapa Mang Jai, lahir di Palembang pada 19 Desember 1959. Ia merupakan salah satu tokoh teater senior dan penyair terkemuka asal Sumatera Selatan. Perjalanan berkeseniannya menemui titik balik penting saat ia bergabung dengan Bengkel Teater asuhan maestro teater Indonesia, W.S. Rendra.
Di bawah bimbingan ‘Si Burung Merak’, watak dan kedisiplinan seni Jaid ditempa, menjadikannya aktor watak yang kuat dan seniman yang berprinsip. Salah satu pencapaian panggung terbesarnya adalah saat dipercaya memerankan tokoh Pangeran Bindi dalam pementasan mahakarya Panembahan Reso pada tahun 1986.
Pengalaman ini mengukuhkan posisinya di kancah teater nasional sebelum ia memilih kembali untuk membangun ekosistem kesenian di tanah kelahirannya sendiri, Palembang.
Kiprah Seni dan Kritik Sosial
Kembali ke Sumatera Selatan, Jaid Saidi mendedikasikan hidupnya melalui Dewan Kesenian Palembang dan berbagai komunitas sastra lokal. Kiprahnya di dunia teater, film regional, dan sastra selalu bernafaskan kritik sosial.
Mengikuti jejak Rendra, Mang Jai menggunakan puisi dan seni pertunjukan sebagai corong suara bagi kaum marginal, masyarakat miskin kota, dan korban ketidakadilan. Karya-karyanya terkenal lugas, tajam, namun tetap memiliki estetika bahasa yang menyentuh.
Baginya, seni teater dan sastra bukan sekadar hiburan estetis, melainkan medium perlawanan intelektual dan alat refleksi kritis terhadap realitas sosial serta kebijakan penguasa yang timpang.
Kini Jatuh Sakit
Kabar Mang Jai yang jatuh sakit sebelumnya dikabarkan sendiri oleh Sastrawan Anwar Putra Bayu dalam akun Instagram pribadinya @anwarputrabayu dalam beberapa hari yang lalu. Dalam unggahannya, Anwar tampak menjenguk Mang Jai yang kala itu tengah terbaring di atas tempat tidur dengan wajah tersenyum.
Anwar menuliskan doa mendalam agar Jaid Saidi segera mendapat kesembuhan.
”Semoga Jaid Saidi diberi kesembuhan dari Allah SWT, Aamiin. Kondisi sekarang struk, ingin bicara tapi tak bersuara,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Dalam unggahan itu pula, Anwar turut mengenang kembali dedikasi sang sahabat di bidang sastra hingga budaya.
“Jaid adalah seorang aktor andal di zamannya, juga seorang penyair. Puisinya pernah dijadikan lagu oleh Godbles yang dinyanyikan Ahmad Albar. Ia pernah begabung di Bengkel Teater Rendra dan sempat bermain dalam lakon Panembahan Reso sebagai Pangeran Bindi,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.









