catrawarta.com - Sukarelawan asal Jakarta, Ahmad Zaki Ali (41) dilaporkan meninggal dunia saat menyalurkan bantuan ke korban gempa bumi di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga tutup usia, pria yang akrab disapa Zaki ini adalah relawan yang merupakan pendiri dari Yayasan Gerak Bareng. Kepeduliannya kepada sesama tercatat telah membentang di sejumlah lokasi di Tanah Air, tak hanya NTT yang belum lama ini terkena musibah.
Kabar mengenai kepergian relawan yang cukup dekat dengan banyak orang ini turut disampaikan Ustaz Arif Nursalim (Salim A Fillah) dalam Instagram pribadinya.
Pergi saat Menjalankan Tugas Kemanusiaan
Dalam unggahan tersebut, Ustaz Salim menyampaikan kabar duka jika Zaki telah berpulang saat menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu korban di NTT.
”Hari ini, kita berduka. Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, berpulang saat menjalankan tugas kemanusiaan di NTT. Ia pergi ketika sedang mengusahakan kehidupan bagi orang lain,” demikian dikutip dari keterangan unggahan akun Ustaz Salim, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Lebih lanjut, Ustaz Salim mengungkap jika perjuangan Zaki tak bakal berhenti bagi kemanusiaan di NTT. Ustaz Salim dan rekan seperjuangan berjanji bakal meneruskan perjuangan Zaki demi memberikan bantuan kepada para korban di lokasi.
”Bang Jek, insyaaAllah saya dan tim akan ke NTT senin nanti melanjutkan perjuangan. Kami akan bawa bantuan logistik,” tutupnya.
Pemulangan Jenazah Difasilitasi Polri
Secara terpisah, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menuturkan jika almarhum tercatat meninggal dunia pada pukul 16.40 WITA. Mendiang yang tengah mengemudikan kendaraan Toyota Fortuner dengan plat nomor EB 1305 GC tiba-tiba menghentikan laju kendaraan.

Zaki sempat meminta pertolongan kepada rekan relawan untuk melepas jaket serta helm. Namun beberapa saat kemudian, Zaki langsung tidak sadarkan diri lalu dibawa ke posko medis terdekat.
Saat dilakukan pemeriksaan, Zaki dinyatakan telah meninggal dunia. Polri kemudian diketahui turut membantu pemulasaran jenazah serta berkoordinasi dengan BNPB untuk proses pemulangan ke Ibu Kota Jakarta.
”Koordinasi dengan pihak keluarga dan BNPB terus dilakukan untuk proses pemulangan jenazah. Rencananya, jenazah akan dibawa menuju Labuan Bajo menggunakan helikopter BNPB pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 08.30 WITA, selanjutnya diterbangkan menuju Jakarta,” jelas Levi dalam keterangannya, dikutip dari Tribratanews NTT, Sabtu (22/8/2026).
Alhamrhum Zaki Banjir Doa
Kepergian relawan Zaki turut membuat banyak kalangan ikut berduka. Banyak doa mulia yang dituliskan bagi mendiang Zaki.
Namun, beberapa di antaranya justru merasa takjub lantaran mendiang Zaki dapat berpulang di hari Jumat dan mengembuskan napas terakhir ketika bertugas di bidang kemanusiaan.
“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. MasyaAllah, wafat di hari Jumat dalam tugas kemanusiaan sebagai relawan. Semoga Allah mengampuni beliau, menerima seluruh amal baiknya, dan menganugerahkan husnul khatimah serta surga terbaik,” tulis akun Instagram @oktawirawan.
“Saya sedih tapi iri. Sedih kehilangan pejuang kemanusiaan, iri, meninggal dalam berbuat kebaikan, Syahid ya Allah,” tulis akun Instagram @risan2019.
“Yaa Allah lapangkan dan terangkan kuburnya, ampuni segala khilaf dan salahnya, berilah nikmat surgaMu kepadanya.. Husnul khotimah Bang,” tulis akun Instagram @anie_aryan1.
“Syahid insyaAllah, di hari terbaik, tempat terbaik, dalam keadaan baik. Sampai ketemu di surganya Allah ya bang Zaki,” tulis akun Instagram @ossghazz.









