CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Tragedi 17 Juli 1918: Akhir Kekaisaran Tsar Nicholas II  

Penulis: Mutia 17 Jul 2026 3 menit baca
Diperbarui Juli 17, 2026
Tsar nicholas ii yang diserbu kaum revolusioner bolshevik pada 17 juli 1918 dan kini diberi gelar martir oleh gereja ortodoks rusia
Tsar Nicholas II yang diserbu kaum revolusioner Bolshevik pada 17 Juli 1918 dan kini diberi gelar martir oleh Gereja Ortodoks Rusia. (dok. Wikipedia)
Bagikan:
0

catrawarta.com - 17 Juli selalu mengingatkan dunia pada tragedi kelam yang harus dihadapi kaisar terakhir Rusia Bernama Tsar Nicholas II. Hidupnya yang sempat di atas awan ini terpaksa berakhir dengan tragis.

Selama pemerintahannya, Tsar Nicholas II memang seringkali harus berhadapan langsung dengan dinamikan politik yang ekstrem. Ada krisis hingga perang yang menyeretnya jauh lebih dalam ke lembah gelap bernama eksekusi mati oleh kaum Bolshevik.

Semua tragedi ini bermula sejak pemerintahan Nicholas II yang memang sudah mendapat ketidakpercayaan dari rakyat. Dia bahkan dibenci oleh rakyat sendiri.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Sebagai putra mahkota dari Kaisar Alexander III, dia diangkat sebagai raja selanjutnya tanpa persiapan matang untuk memimpin negara Rusia yang tengah dilanda dinamika politik tingkat tinggi. Gejolak inipun juga disebabkan oleh sang ayah yang kala itu memerintah rezim dengan metode otokrat sangat ketat.

Akibat dari kebijakan pelarangan bahasa non-Rusia, melemahkan lembaga politik rakyat, hingga menutup kebebasan pers lambat laun membuat jalan buntu bagi sang putra mahkota sendiri.

Bahkan ketika usai dinobatkan pada tahun 1894, Nicholas harus menghadapi peristiwa menegangkan sekaligus pilu dimana lebih dari1.400 rakyat tewas dalam sebuah penyerbuan di Moskow.

Buntutnya, rakyat semakin tak percaya pada pemerintahan Nicholas. Jurang kedekatan rakyat dengan sang Kaisar baru ini kian jauh.

Alih-alih memberi ketenangan dan membuat kebijakan bersifat perdamaian, Nicholas justru menampik perlawanan dan kritikan dengan kebrutalan. Dia dilaporkan dalam catatan sejarah tak segan membantai lebih dari 100 demonstran tak bersenjata yang berlangsung pada tahun 1905.

Kondisi negara kian berkecamuk dengan adanya Perang Dunia I. Rakyat menilai, Rusia tidak siap untuk berperang lantaran gejolak politik dalam negeri pun tak kunjung padam.

Hingga pada akhirnya, Nicholas dipaksa turun tahta pada Maret 1917 sebagai buntut dari tekanan dan kekacauan yang terjadi. Dia dan seluruh anggota keluarga ditahan di tempat tersembunyi. Lalu kaum Bolshevik resmi memegang rezim.

Tragedi Berdarah 17 Juli

Formal family portrait in a studio father in a military uniform stands beside mother holding a baby surrounded by several daughters in white lace dresses
Tsar Nicholas II dan anak istrinya saat berfoto bersama di Istana. (dok. Wikipedia)

Tragedi berdarah pun dimulai pada 17 Juli 1918 malam. Dokter istana Bernama Eugene Botkin membangunkan Nicholas dan keluarga dan memberi informasi jika keluarga bangsawan akan dievakuasi usai kekacauan di Yekaterinburg.

Mereka diperintah untuk masuk ke dalam ruangan bawah tanah berukuran 6 x 5 meter. Di sinilah, Nicholas dan semua keluarganya diserang oleh kaum revolusioner Bolshevik.

Nicholas dan keluarga yang sama sekali tak bersenjata harus berhadapan dengan banyak orang bersenapan. Tak puas dengan senjata, bahkan Nicholas dan keluarga disebut juga menerima pukulan keras dan bayonet.

Dalam waktu singkat, Nicholas dan keluarganya tewas. Jasad sang kaisar terakhir, permaisuri, putra mahkota, empat putri Nicholas, serta empat anggota kerajaan lainnya lalu dipindahkan ke sebuah tambang yang berjarak 14 km dari lokasi.

Tubuh mereka yang telah tewas lalu disiram menggunakan bahan bakar lalu dibakar. Demi menghapus jejak, kaum Bolshevik juga meninggalkan cairan asam sulfat.

Sisa jasad dari Nicholas dan keluarganya lalu dikubur secara sembunyi-sembunyi di hutan. Setelah ditelusuri, aksi penyerbuan yang brutal ini didalangi langsung oleh Yakov Yurovsky, seseorang revolusioner dengan mata dan pemikiran yang cermat.

Hingga beberapa dekade kemudian, tepatnya pada tahun 1991, sisa dari jasad mereka berhasil ditemukan melalui penelitian dan tes DNA. Usai serangkaian penelitian dilakukan, sisa jasad keluarga bangsawan ini lantas dimakamkan secara layak di Kapel St. Catherine di dalam Benteng Peter dan Paul, Katedral St. Petersburg, tepat 80 tahun kemudian usai tragedi pembunuhan yang menewaskan mereka.

Hingga kini mulai tahun 2000 lalu, Gereja Ortodoks Rusia menganugerahi mereka dengan gelar ‘orang suci’ dan dianggap sebagai martir.

Meski Nicholas II tewas dibantai bersama keturunannya, namun nyatanya segelintir anggota Romanov lainnya berhasil menyelamatkan diri dan hidup dengan berketurunan hingga saat ini. Di kalangan keluarga bangsawan, institusi monarki itu masih eksis dan dibanggakan meski warga sipil tak lagi memberi sorotan istimewa di tengah hukum negara Rusia modern.  

Tags:
#17 juli #kaum bolshevik #Rusia #sejarah #sejarah 17 juli #tragedi rusia #tsar nicholas ii
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Man in a light blue shirt gestures with hands while speaking at a meeting glasses perched on his head others seated in the background DPR RI Desak Kasus Ledakan Gedung Amunisi di Madiun Diinvestigasi Menyeluruh
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network