CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Yusril Ihza Mahendra dan Skill Berkuasa

Penulis: Wahjudi Djaja 22 Jan 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Yusril ihza mahendra dan skill berkuasa
Yusril di antara Megawati dan Amien Rais (Sumber: Adil 8-28 Okt 1999)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Tak banyak yang tahu, pidato pengunduran diri penguasa Orde Baru 1998 itu dia yang menyusun. Sebuah peran krusial di limit kekuasaan. Masuk gerbang reformasi, namanya tak pernah lepas dari lingkaran kekuasaan.

Dari Belitung Jadi Negarawan Agung

Lahir di Belitung 5 Februari 1956, Yusril Ihza Mahendra (YIM) dididik dalam lingkungan agama yang taat. Jejak leluhurnya berasal dari Johor, Pulau Penyengat dan Sumatra Barat. Ayahnya seorang aktivis Partai Masyumi, hal yang mendasari kiprah politik YIM dalam kurun yang lama. Aktif berorganisasi di dalam dan luar negeri membukakannya cakrawala dan membawanya ke jenjang pengabdian. Seorang advokat, akademisi dan politisi dengan jaringan kekuasaan yang kuat dan mapan.

Pada 1996 diminta Mensesneg Moerdiono untuk masuk Istana Negara. Dia dipercaya sebagai pembuat naskah pidato dan sudah 204 naskah dia susun untuk Presiden Soeharto. Kepakarannya di bidang tata negara nampaknya menjadi pertimbangan utama. Saat itu, selain dirinya yang masih muda, ada Prof Ismail Sunny dan Prof JE Sahetapy yang sering menjadi rujukan media massa terkait tata negara. Di akhir kekuasaan Soeharto, pada 17 Juli 1998 dia ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang, kapal politik untuk keluarga Masyumi.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Orde Baru oleng. Sebagian besar menterinya mundur dipimpin Ginandjar Kartasasmita. Eskalasi demonstrasi membesar di berbagai kota. Upaya untuk buying time dilakukan Soeharto. Melalui YIM diundanglah beberapa tokoh bangsa, mulai Gus Dur sampai Cak Nun. Keluarlah ungkapan, “Ora dadi presiden ora patheken”. Pada masa injury time, YIM berada di samping Soeharto, sedang Amien Rais sudah pasang kuda-kuda di Gedung Dakwah Muhammadiyah bersama kelompok reformasi. Dan 21 Mei 1998 pagi, Soeharto pun harus turun dari jabatan yang dipegang sejak 1967.

Terbang Bersama Bulan Bintang

BJ Habibie dianggap kepanjangan tangan Soeharto sehingga dianggap musuh bersama oleh kelompok reformasi. Kesempatan untuk menggantinya hanya bisa dilakukan melalui Pemilu 1999. Sayangnya, suara kelompok reformasi tak sesuai harapan. Pemenangnya adalah PDIP, disusul Golkar, PKB, PPP, PAN, PKS, PBB. Gantian PDIP yang dijadikan musuh bersama oleh kelompok yang menamakan Poros Tengah di bawah kendali Amien Rais. Kunci ada di Golkar maka lobi pun dilakukan hingga Gus Dur menjadi presiden, Amien menjadi Ketua MPR, Akbar Tandjung menjadi Ketua DPR. YIM menjadi Menteri Hukum dan Perundang-undangan.

Sejak reformasi sampai saat ini, YIM tak pernah lepas dari kursi kekuasaan. Era Gus Dur, Megawati, SBY, sampai Prabowo. Pada periode Jokowi, YIM tak masuk kabinet karena salah satunya dukungan di parlemen dari PBB sangat kecil. Meskipun begitu, YIM loyal pada Jokowi. Harus diakui kemampuan YIM dalam soal kejelian menatap kekuasaan memang lebih menonjol. Dia mempunyai skill yang tak banyak dimiliki politisi lain. Saat itu, kita tahu YIM menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf di persidangan MK. Tetapi nasib memang tidak membawa ke kursi kabinet.

YIM memang sebuah fenomena dalam konfigurasi politik tanah air. Di tangan suami Rika Tolentino Rato (Jepang-Filipina) ini bisa jadi ada kisah rahasia menyangkut para presiden kita beserta lingkarannya. Kelak, kita berharap YIM mau menuliskannya sebagai bagian sejarah. Bahwa dari Belitung bisa menjadi negarawan agung yang terbang bersama bulan bintang.

Tags:
#Amien Rais #Berkuasa #Order baru #politik #Yusril ihza mahendra
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
PenulisWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: “Jogja Little Singapore” Mimpi Siang Hari atau Upaya Lari dari Persoalan Hakiki?
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network