CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Bagaimana Penderita Stroke Bangkit dan Aktif Melukis Hingga Pameran?

Penulis: Wiwit 21 Jul 2026 4 menit baca
Two visitors view three framed abstract paintings in a gallery with a window showing greenery on the right side
Karya Afnan Malay di Kembang Jati Art House. (Dok Wiwit)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Serangan stroke yang merenggut sebagian daya gerak tubuh tak lantas mematikan semangat penyair Afnan Malay. Sebaliknya, peristiwa traumatik tersebut justru terus bermutasi menjadi bahan bakar ekspresi artistik yang tajam dan emosional.

​Pengalaman pahit Afnan itu salah satunya terekam kuat dalam lukisannya berjudul Hotel Z, yang dipajang dalam pameran tunggal bertajuk “Energi Rupa” di Kembang Jati Art House, Bantul, Yogyakarta. Pameran ini berlangsung sepanjang 18 hingga 27 Juli 2026.

​Nama Hotel Z sendiri merujuk pada sebuah tempat menginap di London. Di kamar itulah, pada 2018 lalu, tubuh Afnan mendadak dihantam serangan stroke secara tak terduga pada suatu malam, sehari sebelum ia menyaksikan laga sepakbola di Inggris.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

​”Saat serangan itu, semua objek di depan mata terlihat miring dan meliuk, tubuh saya terasa limbung,” tutur alumni Fakultas Hukum UGM sekaligus jebolan ISI Yogyakarta tersebut, Senin, 20 Juli 2026.

Namun bukan meratapi terus menerus. Sensasi serangan stroke itu kembali direkonstruksi Afnan pelan-pelan. Lalu dituangkan Afnan dalam kanvas yang digarapnya pada Desember 2025.

Ia menampilkan struktur bangunan yang abnormal—satu bangunan tampak rapuh dan nyaris roboh, sedangkan bangunan lainnya meliuk miring menyerupai Menara Pisa.

“Jadinya ya lukisan Hotel Z itu,” kata dia terkekeh.

​Ironisnya, serangan itu terjadi persis sehari sebelum ia dijadwalkan menyaksikan laga sepak bola antara Arsenal dan Tottenham Hotspur di Stadion Wembley.

Meski kondisi fisiknya terus memburuk dan jarak pandangnya mulai menggelap, Afnan tetap nekat berangkat ke stadion bersama dua temannya karena tiket sudah terlanjur di tangan. Pertandingan itu berakhir tanpa bisa ia nikmati, hingga akhirnya ia langsung dilarikan ke London College Hospital.

​Keliaran di Atas Kanvas Pasca Stroke

Hamparan kanvas dalam ruang pamer menyajikan bukti bagaimana keterbatasan fisik pasca-stroke justru memicu keliaran gerak motorik yang otentik. Bahkan, tanda tangan Afnan di sudut bawah lukisannya tampak tak beraturan dan sulit dibaca—sebuah jejak riil dari kontrol jemari yang tak lagi sempurna.

​”Saya juga bingung. Saat separuh badan ini lumpuh, keinginan untuk melukis justru tinggi sekali. Dalam sehari bisa selesai tiga lukisan,” kata Afnan.

Meski berlatar penyair dan telah menelurkan sejumlah buku, Afnan tak peduli untuk banting stir. Mengikuti hasrat melukisnya. Ia tak mau canggung dan bingung dengan perubahan ini. Sehingga memilih membebaskan diri dari pola terencana maupun aturan akademis ketat saat sudah di atas kanvas.

“Yang penting yang ada di pikiran saya, saya lukis sesuai gaya saya,” ujarnya.

​Keliaran ini membuatnya melahirkan karya menarik lainnya bertajuk Jalan Lurus. Lukisan ini menampilkan tumpukan objek yang saling berbenturan—termasuk siluet figur bersujud dan berinteraksi—yang kemudian dibelah-belah garis lurus berwarna hitam pekat.

Saat membuat karya ini, Afnan mengimajinasikan konsep sirathal mustaqim dalam ajaran Agama Islam. Sebuah simbol perjuangan manusia untuk tetap teguh di jalan yang benar dalam situasi seberat apa pun.

​Kurator pameran sekaligus pengajar ISI Yogyakarta, Rain Rosidi, menilai energi Afnan dalam pameran ini bukan sekadar permainan warna yang mencolok. Menurutnya, status Afnan sebagai penyintas stroke memberikan dimensi tersendiri pada karyanya.

​“Energi artistik Afnan terpancar dari relasi antara gestur tubuh, pilihan warna, dan material yang ia olah. Keterbatasan gerak justru melahirkan karakter visual yang sangat personal,” jelas Rain.
​
Keberanian Afnan mendobrak garis takdirnya sebagai penderita stroke, terpancar tak hanya dari caranya berkarya. Namun juga pemilihan lokasi pameran.

​Jangan membayangkan pameran tunggalnya itu digelar di galeri megah di Yogyakarta yang biasanya rapi, bersih, penuh sentuhan sudut bangunan modern, dan berpendingin udara.

Galeri Kembang Jati Art House justru menyajikan ruang pamer berupa bangunan bersahaja mirip rumah gubuk penduduk pedesaan, bukan di tepi jalan raya, dengan dinding anyaman bambu, dikelilingi rindangnya pepohonan jati.

Namun pengunjung tetap ramai dan bahagia dengan suguhan menggoda lidah mulai nasi pecel pincuk, pisang goreng, kacang rebus, dan sebungkus penuh keakraban tanpa jarak.

​Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro menuturkan, publik selama ini lebih mengenal Afnan sebagai penyair produktif yang kerap melahirkan buku puisi.

“Tapi dalam pameran rupa ini, orang bisa melihat sisi lain Afnan sebagai manusia, yang sedang melawan keterbatasan fisiknya dengan melintasi dimensi lain dalam berkarya,” ujar Ons.

Tags:
#Afnan Malay #kembang jati art house #Pameran #pameran lukisan #Pelukis #Seniman
Illustrated portrait of a man with short dark hair and light facial hair wearing a patterned shirt indoors, facing the camera.
PenulisWiwit
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2008 dan berminat pada isu-isu budaya pop, politik, dan kebijakan publik. Lulusan Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi panrb rini widyantini menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh aparatur sipil negara asn Menteri PANRB Tulis Surat untuk ASN, Respons Kritik DPR soal Etos Kerja
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network