CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Menghirup Udara Pedesaan di Rumah Budaya Jatisemi Gunungkidul

Penulis: Mutia 27 Jul 2026 3 menit baca
Rumah budaya jatisemi di semin gunungkidul
Rumah Budaya Jatisemi di Semin, Gunungkidul. (dok. Catrawarta)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Gunungkidul tak hanya memiliki deretan pantai pasir putihnya saja yang sukses menyihir jutaan pasang mata. Di tanah yang seringkali disebut ‘Jogja Lantai Dua’ ini, ada sebuah tempat yang memadukan unsur kebudayaan sekaligus kuliner menjadi satu.

Tempat istimewa itu adalah Rumah Budaya Jatisemi yang berlokasi di Kwaru, Kalitekuk, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Secara fisik, tempat ini memadukan konsep restoran tradisional Jawa dengan sajian hidangan autentik berupa ayam ingkung, sayur lombok ijo krecek, terancam, hingga sambal bawang.

Dalam budaya Jawa sendiri, ingkung seringkali menjadi menu utama dalam acara-acara selamatan, kenduri, hingga lainnya. Syukuran dengan ingkung ini menandai permohonan doa yang dilantunkan kepada Tuhan dan alam agar hidup tentram.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

Sebelum disajikan, ayam ingkung ini bakal dimasak utuh dengan bumbu rempah-rempah pilihan seperti daun salam, serai, lengkuas, santan hingga kemiri yang menciptakan cita rasa khas dan gurih.

Di sini, pengunjung pun masih bisa menikmati cara penyajian yang masih setiap pada tradisi. Ada lesehan di pondok bambu, berbagi potongan ayam, teh manis panas di dalam cangkir tanah liat. Untuk porsi lengkap yang bisa dinikmati empat orang ini ada harga yang dipatok sebesar Rp75 ribu.

Banana leaf platter with coconut rice crispy fried fish and assorted indonesian side dishes
Menu utama Rumah Budaya Jatisemi berupa ayam ingkung lengkap dengan terancam. (dok. Catrawarta)

Ada Unsur Pelestarian Budaya

Terlepas dari sajian makanannya yang istimewa dan bisa membuat pengunjung bernostalgia, lokasi yang satu ini juga menarik dari sisi konsepnya. Sang pengelola nyatanya menyisipkan adat, tradisi, dan budaya khas Gunungkidul yang terus dilestarikan dari masa ke masa.

Soal nama tempatnya, Jatisemi ini sejatinya terdiri dari dua kata yakni ‘jati’ yang berarti sejati dan ‘semi’ yang bermakna selalu tumbuh,

Sesuai namanya, tempat ini tak cuma dibuka menjadi tempat singgah untuk makan saja melainkan juga sebagai wadah pelestarian kearifan lokal Jawa. Hal ini disisipkan pendirinya ke dalam setiap bangunan arsitektur, interaksi sosial, hingga edukasi alam.

Ruang budaya yang satu ini dibangun menggunakan struktur rumah tradisional Limasan dan Joglo. Bangunan kayu kuno ini dibiarkan terbuka tanpa banyak sekat untuk menghidupkan konsep srawung (saling berinteraksi sosial).

Two wooden huts with brown tiled roofs sit in a leafy garden connected by a wooden deck and shaded by trees
Pendopo sederhana di Rumah Budaya Jatisemi di Gunungkidul. (dok. Catrawarta)

Struktur bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga sebagai visualisasi estetika rumah Jawa zaman dulu yang selaras dengan alam sekitarnya.

Singkatnya, ruang budaya ini menekankan cara hidup orang Jawa dalam menikmati hidup lewat kesederhanaan, rasa syukur, dan kebersamaan. Penyajian hidangan ikonik seperti ayam ingkung utuh

Hal ini seperti yang diungkap Jati, pengelola yang juga warga asli Gunungkidul yang begitu menyayangi adat tradisi masyarakat di Gunungkidul.

“Orang Jawa punya cara sendiri untuk menikmati hidup lewat makanan. Kita bisa berbagi, bersyukur, dan mengingat asal-usul kita,” jelasnya.

Sebagai simbol kesucian dan permohonan doa menjadi media bagi pengunjung untuk merayakan momen kebersamaan sejati bersama kerabat atau keluarga.

Tags:
#ayam ingkung #Budaya #gunungkidul #kuliner #Wisata Kuliner
Smiling woman wearing a beige hijab, black jacket, striped shirt, and a watch, standing against a dark textured wall.
PenulisMutia
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2015. Sedang mendalami isu-isu di bidang sosial, budaya, dan kebijakan publik di Yogyakarta serta nasional.
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
EditorWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Dancer in a gold white and silver costume stands center stage with arms wide a decorative circular backdrop above him and performers in blue outfits and props around him
Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Interior of an art gallery with a large colorful mural hanging above a wooden table displaying glassware and small sculptures on a white walled backdrop
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Portrait of an older person wearing large glasses and a patterned high collar outfit looking to the left against a dark background
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Filolog jawa kuno manu jayaatmaja widyaseputra
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Rumaket 2026 oleh dinas kebudayaan kota yogyakarta
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Pemerintah indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga dan memperkuat perlindungan situs warisan dunia alam indonesia dalam sidang komite warisan dunia ke 48 di busan korea selatan Indonesia Perkuat Perlindungan Taman Nasional Lorentz dan Hutan Hujan Sumatra
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network