CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Catra Budaya

Sugeng Tindak, Pak Kadi

Penulis: Wahjudi Djaja 8 Feb 2026 3 menit baca
Diperbarui Februari 25, 2026
Pak Kadi saat melantunkan tembang pada prosesi tradisi wiwit panen (Dok. Penulis)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Pemahaman dan penghayatannya pada tradisi dan sejarah di atas rata-rata seusianya. Kemampuannya melantunkan tembang Jawa sungguh lengkap dan enak didengar. Selalu belajar, membaca kitab atau babad, lalu menggubah tembang, menjadi kebiasaan. Semalam dia dipanggil pulang kembali oleh penciptanya.

Kami, Lembaga Kebudayaan Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan, akrab menyapanya dengan “Pak Kadi”. Bertahun lamanya, dari acara ke acara, dari kota ke kota, Pak Kadi selalu menjadi andalan setiap kali kami diminta memimpin sebuah prosesi. Di ujung depan, ada Kangmas Bambang Nursinggih selaku ujung tombak, yang tak lupa bawa kemenyan dan bunga tabur, diikuti Pak Kadi yang melagukan tembang macapat atau geguritan. Selalu begitu, dan selalu mengesankan. Karakter upacara tradisi berbasis mantra memang pembacaan ulang atas doa-doa.

Pernah, saat Upacara Kebo Ketan, yang diinisasi LSM Kraton Ngiyom Ngawi pimpinan Bramantyo Prijosusilo pada 2016, prosesi berjalan sejauh lebih 3 km dari Sendang Margo. Pak Kadi dan kami semua menikmatinya. Arak-arakan prosesi teramat panjang, di setiap pertigaan atau perempatan jalan harus berhenti untuk menikmati pentas sambil menambah anggota prosesi. Pada siang terik, prosesi berjalan lambat. Sesekali harus berhenti karena prototipe Kebo Ketan, diinspirasi lukisan Djoko Pekik, terlalu tinggi sehingga panitia harus memotong dahan ranting. Sampai lapangan Sekarputih, puncak acara meriah dan sakral, dan kami pulang ke Sleman.

Baca Juga
5 artikel
  1. Catra Budaya Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta →
  2. Catra Budaya Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’ →
  3. Catra Budaya Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang  →
  4. Catra Budaya Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia  →
  5. Catra Budaya Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri  →

Semua personil Sekar Pangawikan berbagi cerita. Masing-masing mempunyai kisah. Tetapi ada yang sama, semua merasakan perih di punggung. Mlethek rasanya. Tak ada yang memakai sunblock, berjalan jauh sambil melantunkan doa mantra di panas terik, ternyata menjadikan punggung iritasi. Hanya Pak Kadi yang aman selamat tanpa ada perubahan pada kulit dan punggungnya. 

Suatu kali kami diminta mewakili DIY untuk malam perayaan 1 Suro di Sasana Langen Budaya TMII Jakarta. Kami disewakan sebuah bus oleh Dinas Kebudayaan. Sejak berangkat dan sepanjang perjalanan, Pak Kadi bercerita, apa saja yang terkait tradisi, sejarah atau isi beragam kitab. Tak terlihat capek, bahkan meski teman duduknya atau para anggota kontingen terlelap, Pak Kadi asyik bercerita. Dia akan semakin heroik kalau ada yang merespon.

Bayangan kami, Pak Kadi akan tepar begitu acara dan acara selesai untuk kembali ke Yogyakarta. Kami salah! Pak Kadi tetap ceria bercerita, sesekali nembang, dan tertawa renyah saat ditimpali anggota delegasi. Hal yang sama terjadi saat kami mengikuti Merti Candi Gedong Sanga. Dalam pelukan udara dingin Bandungan, kami harus menginap karena acaranya pagi, Pak Kadi tetap saja bercerita. Kami sudah njingkrung, pakai kaos kaki dan baju rangkap dengan jaket atau selimut, sedang Pak Kadi biasa saja. 

Itulah Pak Kadi. Manusia ulet, lama bersenyawa dengan semesta, selepas purna dari guru jadi petani, yang kecintaannya pada seni tradisi nyaris tak terkalahkan. Rutin mengikuti macapatan keliling, sesekali menjadi narasumber, dan ini dengan bangga dia ceritakan, atau rapat rutin perkumpulan. Dan jujur, baru tahu nama tuanya, tradisi Jawa sering mengganti nama setelah menikah, melalui berita duka, Siswo Harjono. Kadi adalah nama kecilnya saat lahir. Meninggal dunia pada Sabtu (8/2/2026) malam dalam usia 75 tahun. 

Kemana pun kami me-launching desa wisata atau desa budaya yang kami inisiasi atau bina, LKJ Sekar Pangawikan selalu hadir. Dan Pak Kadi tetap menjadi andalan dalam melantunkan gegutitan atau macapat. Hari ini, kami harus melepas kepergiannya.

Sugeng tindak, Pak Kadi. Mugi tansah kasuwargan, husnul khatimah, aamiin

Tags:
#Budaya jawa #Penghayatan #Seni budaya #Sugeng tindak #Tradisi
Male singer on stage, wearing a white robe and head wrap, holding a microphone and raising one arm.
PenulisWahjudi Djaja
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
EditorYuliantoro
Alumni Sosiologi UGM (1995), jurnalis dan penulis yang menekuni isu sosial, budaya, dan kebijakan publik.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Catra Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Sedot Perhatian Ribuan Warga, Ini Target Kota Yogyakarta

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Peringati Usia Ke-44, Bentara Budaya Teropong Masa Depan Yogyakarta Lewat Pameran ‘Mbesuuk’

Wiwit • 8 Okt 2026
Catra Budaya

Sosok Manu Jayaatmaja Widyaseputra, Pakar Sastra Jawa Kuno Penuh Dedikasi yang Telah Berpulang 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Filolog Jawa Kuno Manu Jayaatmaja Widyaseputra Meninggal Dunia 

Mutia • 6 Okt 2026
Catra Budaya

Rumaket 2026: Ketika Warisan Budaya Yogyakarta Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri 

Mutia • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Sejarah kabupaten siak tidak dapat dilepaskan dari kejayaan kesultanan siak sri indrapura kerajaan melayu islam yang pernah memiliki pengaruh kuat di pesisir timur sumatra dan kawasan selat malaka
Catra Budaya

Sejarah Siak dan Perjuangan Mempertahankan Kepentingan Daerah

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan
Catra Budaya

Festival Dalang Anak Banten, Menjaga Regenerasi Wayang

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Catra Budaya

Ambarketawang, Jejak Kedhaton Hamengku Buwono I Sebelum Pindah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Siswantini Suryandari • 5 Okt 2026
Four scene collage from a cultural festival flower garland exchange stacked fruit tower dancers in traditional dress and ceremonial procession with offerings kept in view
Catra Budaya

Gelar Budaya Garebeg Madurejo Gabungkan Atraksi Tradisi dan Peluncuran Wisata Bahari

Wiwit • 4 Okt 2026
Pameran there was something here before karya seniman sekaligus urbanis zahira asmal menelusuri hubungan sejarah indonesia dan cape town afrika selatan
Catra Budaya

There Was Something Here Before, Menelusuri Jejak Indonesia di Cape Town

Siswantini Suryandari • 4 Okt 2026
Mbah leginah meninggal dunia
Catra Budaya

Mbah Leginah, ‘Aktris’ Kondang di Media Sosial Meninggal Dunia

Mutia • 3 Okt 2026
Group of people posing on a stage after an official contract signing ceremony with the garuda emblem above and indonesian flags on either side
Catra Budaya

19 Film Kepahlawanan Siap Diproduksi, Angkat Perjuangan Indonesia 1945-1950

Siswantini Suryandari • 3 Okt 2026
Peringatan hari batik nasional hbn 2026 mengangkat batik tulungagung jawa timur sebagai tema utama
Catra Budaya

Hari Batik Nasional 2026 Angkat Tema Batik Tulungagung

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: APPSI Wonosobo akan Gelar Kontes Sapi Tingkat Nasional
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network