catrawarta.com - Dunia seni pertunjukan Indonesia kembali berduka. Seniman teater senior asal Yogyakarta, Susilo Nugroho yang populer dengan nama panggung Den Bagusé Ngarso, meninggal dunia pada usia 67 tahun pada Senin (21/9/2026) pukul 17.30 WIB. Jenazah Almarhum rencananya akan dimakamkan di Makam Krapyak, Yogyakarta pada Selasa (22/9/2026) besok pukul 14.00 WIB.
Kepergian sosok yang dikenal luas lewat karakter priyayi jenaka nan satir tersebut mengejutkan pihak keluarga karena dinilai sangat mendadak. Kakak kandung Almarhum, Sugeng Sukanti, mengungkapkan bahwa keluarga tidak pernah menduga kepergian Susilo sebab selama ini adik ketiganya itu dikenal sebagai sosok yang paling menjaga kesehatan dan jarang mengeluh sakit.
“Yang jelas kami semua tidak ada yang tahu. Susilo itu kalau tidur biasanya sekitar tengah malam atau lewat tengah malam. Sampai sore kok enggak bangun-bangun. Setelah keluarganya curiga, ngundang keluarga saya juga tidak ada yang tahu, akhirnya kita ngundang Pak RW yang kebetulan mantan tenaga medis. Secara visual beliau melihat kok sudah kelihatan tidak ada, tapi untuk memastikan secara resmi tetap harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Sugeng Sukanti saat ditemui di rumah duka, Jalan Cuwiri III No. 529, Mantrijeron, Yogyakarta, Senin (21/9/2026).
Sangat Menjaga Pola Makan
Sugeng menambahkan, dalam kesehariannya Susilo sangat menjaga pola makan dengan tidak mengonsumsi nasi dan menggantinya memakai jagung. Almarhum juga dikenal tetap aktif berkesenian serta sering berkumpul bersama warga di angkringan depan rumahnya hingga malam sebelum kejadian. Menurut Sugeng, adiknya itu hanya sempat mengeluh sakit bahu pada malam sebelumnya dan menolak saat diajak pergi ke rumah sakit.
Cerita serupa disampaikan oleh kakak ipar Susilo, Hesti, yang menyebutkan bahwa pada Minggu (20/9/2026) sore hingga malam hari, Almarhum masih beraktivitas normal dan menerima tamu di rumahnya.
“Kemarin sore itu masih ada, masih nemui tamu. Terus tadi malam katanya beli bakmi, sambat sininya sakit, dada kiri. Biasanya malam itu siram-siram halaman, terus nyapu,” kata Hesti.
Tak Bergerak dan Dingin
Proses ditemukannya Almarhum dalam keadaan tak bernyawa di tempat tidur digambarkan oleh sang keponakan, Uri. Ia dipanggil oleh istri Susilo yang panik karena melihat kondisi suaminya sudah tidak bergerak dan bersuhu dingin.
“Saya datang Ibu kok nangis, kok cerita, ‘Iki Om Sus deloken toh Ri, kok sikile kok anyep banget’. Terus saya coba bangunkan, tapi enggak berani membalikkan badan karena posisinya tidur miring menghadap ke barat. Kakinya saya pegang kok dingin dan kaku, kukunya juga sudah hitam. Feeling saya sudah enggak enak,” tutur Uri.
Guna memastikan kondisi tersebut, Uri bergegas memanggil seorang tenaga medis setempat bernama Pak Eko. Setelah melakukan pemeriksaan di tempat, Mantri tersebut mengonfirmasi bahwa pilar Teater Gandrik itu telah mengembuskan napas terakhirnya.
“Pak Eko ke sini dan bilang, ‘Ini sudah enggak ada. Ini sudah kaku, kemungkinannya sudah lama’,” ucap Uri menirukan penjelasan Mantri.
Ikon Penting Teater Modern
Di mata Sugeng Sukanti, mendiang Susilo Nugroho adalah pribadi yang serius dalam menyikapi berbagai hal meski berprofesi sebagai komedian. Bakat seni di keluarga mereka mengalir dari sang kakek dan ayah yang mahir dalam sastra Jawa serta macapat. Di antara enam bersaudara, hanya Sugeng yang menggeluti dunia musik dan Susilo yang terjun mendalam di panggung teater. Almarhum meninggalkan seorang istri, dua orang putri, serta tiga orang cucu.
Susilo Nugroho merupakan ikon penting dalam peta teater modern dan ketoprak humor Indonesia. Namanya melambung secara nasional lewat peran ikonik sebagai pejabat berwibawa namun jenaka dalam program komedi satir Mangunwiyoto di TVRI. Sebagai aktor, penulis naskah, dan pengarah pertunjukan, ia konsisten melestarikan budaya Jawa agar tetap relevan melintasi zaman.
Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Mantrijeron. Sebelum diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir di Makam Krapyak Yogyakarta pada Selasa sore jam 14.00 WIB, pihak keluarga akan menyelenggarakan Ibadah Penghiburan dan Pelepasan pada pukul 12.00 WIB.









