CATRAWARTA
  • Warta
  • Catra Cendekia
  • Catra Milenia
  • Catra Budaya
  • Catra Wisata
  • Etalase
  • Idea Catra
  • Pena Catra
BERITA TERBARU
Warta

Aksi Protes di SMAN 1 Sentolo, Siswa Tuntut Oknum Satpam Terduga Pelaku Pelecehan Segera Dipecat

Penulis: Wiwit 17 Sep 2026 3 menit baca
Blurred man in the foreground with a circular poster in the background that reads siswa wajib berangkat pukul 6 50 and warns about cctv and closures indonesia
PELECEHAN: Kasus dugaan pelecehan yang terjadi di lingkungan SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, DIY hingga menyita perhatian di media sosial. (Sumber: Dok Instagram.com/@jktlogy)
Bagikan:
0

catrawarta.com - Ratusan siswa SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, DIY, menggelar aksi protes di depan ruang Bimbingan Konseling (BK) pada Kamis, 17 September 2026. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan para siswa terhadap penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum satpam sekolah, lantaran pelaku dinilai masih bebas beraktivitas di lingkungan sekolah.

​Dalam aksi tersebut, massa siswa mendesak pihak sekolah untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai status hukum dan ketenagakerjaan oknum satpam tersebut. Mereka menilai respons sekolah terkesan lambat karena oknum tersebut belum juga diberhentikan.

​”Kita meminta klarifikasi ke pihak sekolah. Kenapa oknum satpam itu masih bekerja di sini sampai sekarang?” ujar salah seorang siswa saat menyampaikan orasinya di tengah aksi.

Baca Juga
5 artikel
  1. Warta Pernikahan Gusti Sura dan Adimas Rosdian November 2026, Padukan Adat Mangkunegaran dan Tradisi Katolik? →
  2. Warta Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak →
  3. Warta Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla →
  4. Warta Yusril: Silahkan Polisi hingga KPK Usut Klaster Mewah Lapas Cibinong →
  5. Warta Rocky Gerung Singgung Posisi Wantimpres Saat Komentari Polemik Ijazah Gibran →

​Kronologi Kejadian di Ruang Kelas

​Menanggapi gelombang protes tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sentolo, Juhan Wahyudi, mengonfirmasi bahwa insiden dugaan pelecehan itu memang benar terjadi pada pertengahan Agustus 2026 lalu. Kejadian bermula saat dua siswi kelas X kembali ke sekolah sekitar pukul 16.00 WIB untuk mengambil barang yang tertinggal di ruang kelas.

​Lantaran pintu kelas sudah terkunci, kedua siswi tersebut meminta bantuan kepada oknum satpam yang bertugas saat itu untuk membukakan pintu.

​”Satpam yang ada di situ yang sedang bertugas, karena dia yang memegang kunci. Terus kemudian dibukalah ruang kelas itu. Nah, setelah keluar dari kelas, terjadi tindakan oknum satpam yang merangkul pundak siswi,” kata Juhan saat memberikan keterangan resmi di SMAN 1 Sentolo, Kamis, 17 September 2026.

​Terekam CCTV dan Evaluasi Tenaga Outsourcing

​Tindakan tidak terpuji tersebut rupanya sempat terekam kamera pengawas CCTV sekolah. Dari rekaman yang ada, korban terlihat berupaya menyelamatkan diri sesaat setelah tindakan perangkulan tersebut terjadi.

​”Dalam rekaman CCTV terlihat ada perangkulan. Siswi tersebut berusaha menghindar ke bawah lalu berlari. Berawal dari kejadian itu, korban kemudian melaporkannya ke pihak BK,” tutur Juhan.

​Mendapat laporan tersebut, pihak sekolah melakukan klarifikasi dan memutuskan untuk mengembalikan oknum satpam tersebut kepada perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) yang menyalurkannya.

​”Kami langsung menindaklanjuti dengan mengembalikan satpam tersebut ke pihak ketiga agar diberikan sanksi. Dari pihak sekolah, kami mengusulkan agar yang bersangkutan segera dipindahkan,” tegasnya.

​Namun, mekanisme penarikan tenaga kerja tersebut membutuhkan waktu. Pihak perusahaan outsourcing menginformasikan bahwa oknum satpam tersebut baru secara resmi berhenti bertugas di SMAN 1 Sentolo terhitung mulai 1 Oktober 2026 mendatang.

​”Keputusannya baru efektif tanggal 1 Oktober, karena kami tidak mengetahui pasti sistem penarikan yang berlaku di internal pihak ketiga tersebut,” tambah Juhan.

​Polemik Poster Aksi dan Pemanggilan Siswa

​Sebelum aksi di sekolah meletus, isu ini telah lebih dulu liar di media sosial setelah beberapa siswa mengunggah poster seruan aksi sebagai bentuk solidaritas. Namun, unggahan tersebut berbuntut pada pemanggilan siswa oleh pihak sekolah untuk membuat video klarifikasi, yang kemudian memicu kecurigaan publik terkait adanya pembungkaman.

​Menjawab tuduhan tersebut, Juhan menjelaskan bahwa sekolah sengaja tidak mempublikasikan penanganan kasus ini secara terbuka sejak awal demi menjaga kondisi psikologis dan privasi korban.

​”Pada waktu itu kami sudah memberikan klarifikasi kepada siswa bahwa kasus ini sudah diserahkan ke pihak pengadaan jasa satpam dan sudah ditindaklanjuti dengan penerbitan surat SP3,” jelas Juhan.

​Terkait pemanggilan siswa penyebar poster, Juhan membantah melakukan intimidasi. Ia mengklaim langkah tersebut diambil sebagai edukasi agar para siswa lebih bijak dan berhati-hati dalam bermedia sosial agar tidak berhadapan dengan masalah hukum di kemudian hari.

​”Saya berpesan agar tidak sembarangan di media sosial karena bisa terjerat hukum kalau kamu sudah lulus sekolah nanti. Kalau masih di sini, saya sebagai guru masih bisa melindungi. Tapi kalau nanti kamu seperti ini tanpa klarifikasi, kamu bisa berhadapan dengan hukum,” pungkas Juhan.

Tags:
#kulon progo #pelecehan #SMAN 1 Sentolo
Illustrated portrait of a man with short dark hair and light facial hair wearing a patterned shirt indoors, facing the camera.
PenulisWiwit
Penulis yang telah mendalami bidang jurnalistik sejak 2008 dan berminat pada isu-isu budaya pop, politik, dan kebijakan publik. Lulusan Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Sketched-style portrait of a man with glasses, smiling, outdoors with palm trees in the background.
EditorWicaksana
Jurnalis senior, tinggal di Yogyakarta.
Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Warta

Prabowo Lantik Pratikno sebagai Kepala Wantimpres, Rocky Gerung Jadi Anggota

Siswantini Suryandari • 2 Okt 2026
Warta

Jokowi Hormati Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Siswantini Suryandari • 8 Okt 2026
Warta

Tiga Kakak Beradik Meninggal Ditabrak Truk Saat Pastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Warta

Denny Indrayana: KPU Korbankan Independensi demi Loloskan Gibran

Siswantini Suryandari • 6 Okt 2026
Warta

Bupati Gowa Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Izin dan TPPU

Siswantini Suryandari • 30 Sep 2026
Warta

Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Wiwit • 10 Okt 2026

Berita Terkait

Lebih banyak ›
Two men balance on a pile of branches in a smoke filled forest one wearing a uniform and face mask the other in a brown shirt nearby
Warta

Palangka Raya Perpanjang Status Darurat, Warga Luapkan Keluh Kesah Hadapi Kabut Asap Karhutla

Wiwit • 10 Okt 2026
Two story brick house with white and blue accents turquoise balcony railing and arched windows
Warta

BGN Tegaskan Bangunan Tempat Penemuan Mayat Terborgol di Kendal Bukan Dapur MBG

Wiwit • 10 Okt 2026
Kebakaran hutan dan lahan
Warta

Bendung Api Karhutla, BNPB Uji Material Realiza Anti Chamas 

Mutia • 10 Okt 2026
Ilustrasi orangutan
Warta

Orangutan Korban Karhutla di Kalbar Dipulangkan ke Habitat Alami di Batu Nyambu

Mutia • 10 Okt 2026
Gunungkidul night carnival 2026
Catra Wisata

Gunungkidul Night Carnival di Wonosari Hari Ini 10 Oktober 2026, Catat Rutenya 

Mutia • 10 Okt 2026
Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian kantor urusan agama kua kecamatan kaliori bekerja sama dengan takmir masjid menghadirkan inovasi kurma
Warta

KUA Kaliori Buka Konsultasi Keluarga di Masjid, Tekan Angka Perceraian

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Selama 15 tahun pilot berkostum bangau menggunakan pesawat ultraringan untuk mengajari anak anak bangau amerika whooping crane bermigrasi dari wisconsin menuju florida amerika serikat
Catra Cendekia

Pulihkan Populasi, Pilot Berkostum Bangau Ajari Burung Langka Bermigrasi ke Florida

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
Sebanyak 2 762 perusahaan atau 504 persen dari total 5 476 perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup proper 20242025 masih memperoleh peringkat merah
Catra Cendekia

50,4 Persen Perusahaan Peserta PROPER 2025 masih Berperingkat Merah

Siswantini Suryandari • 10 Okt 2026
0
Follow us on
Up Next: Portrait of a man in a light uniform and a tall black fez like hat facing the camera in a formal pose Daud Beureueh: dari Beureueh, Dayah, hingga Pergulatan Aceh dan Republik
Ikuti Media Sosial Kami
  • Facebook
  • Instagram
  • X
  • Youtube
  • Tiktok
Menu
  • Warta
  • Catra Milenia
  • Catra Cendekia
  • Catra Budaya
  • Pena Catra
  • Idea Catra
  • Catra Wisata
  • Etalase
Informasi
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Jl. Sunan Ampel No.167, Jaban, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Kontak

redaksi@catrawarta.com
+62 819 887078

© Copyright CATRAWARTA
Catrawarta Theme by Dabtive Network